Bakal Dijatuhi Hukuman Berat, Ayah Cabul Yang Memperkosa Anaknya Segera Disidang

42
Seorang jaksa saat berbincang dengan pelaku pemerkosa anak kandung

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Berkas penyidikan kasus ayah kandung menyetubuhi anaknya yang berusia 11 tahun segera disidangkan dan telah lengkap atau p21.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio R Rahmat mengatakan, barang bukti beserta tersangka sudah dilakukan tahap dua.

“Telah dinyatakan lengkap oleh teman-teman jaksa penuntut umum atau penyidik telah menerima berkas perkara dan telah P21,” kata Rio dalam keterangannya, kamis (19/05).

Tersangka A (48), kata dia, akan segera dihadapkan ke persidangan oleh Kejari Depok dalam waktu dekat untuk diadili dengan menerbitkan surat perintah penunjukan Jaksa Penuntut Umum sebanyak tiga jaksa yang terdiri Alfa Dera, Adhi Prasetya Handono dan Charles Hengky Pangaribuan.

“Kajari menunjuk tiga jaksa agar seluruh perbuatan tersangka dapat maksimal dibuktikan oleh jaksa-jaksa di persidangan sehingga nantinya tersangka dapat dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” paparnya.

Andi menerangkan, berdasarkan laporan jaksa peneliti tersangka, dalam modusnya A melakukan perbuatannya sangat sadis yakni menggunakan senjata tajam untuk melakukan persetubuhan terhadap anaknya, yang lebih menyedihkan perbuatan tersebut dilakukan secara berulang.

Andi mengungkapkan, tersangka A diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 81 ayat (1), Ayat (3) jo pasal 76D UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah terakhir dengan UU No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dari Penyidik Polres Metro Depok.

“Mendakwahkan undang-undang perlindungan anak atas kasus ini. Kami sangat prihatin dengan adanya kasus seperti ini, orang tua yang harusnya melindungi ini sampai tega mengancam menggunakan senjata tajam untuk dapat melakukan hubungan intim atau persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri,” katanya.

Kata dia, pada saat tahap dua kemarin dihadirkan juga barang bukti senjata tajam yang digunakan oleh tersangka untuk melakukan pengancaman terhadap korban.

“Hal itu dibenarkan oleh tersangka bahwa dia mengancam menggunakan senjata tajam tersebut sebelum melakukan persetubuhan,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian penuh oleh Kejaksaan, karena bisa merusak masa depan generasi penerus bangsa.

“Oleh karena itu kami turunkan jaksa-jaksa terbaik kami untuk dapat mengungkap dipersidangan perbuatan bejat yang telah dilakukan tersangka,” tuturnya.

Rio menerangkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, tersangka A mengaku telah menyetubuhi anaknya secara berulang kali karena terpengaruh film porno.

Oleh karenanya Kejaksaan Negeri Depok melalui seksi intelijen akan meningkatkan penerangan hukum dan penyuluhan hukum terkait dengan sosialisasi kekerasan seksual guna menekan tindak pidana serupa tak terjadi di Kota Depok. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here