Tidak Dipolitisasi, Wakil Wali Kota Depok Janji Penerima KDS Dibuat Transparan Menggunakan Aplikasi

80
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan meluncurkan aplikasi kerakyatan agar masyarakat bisa mendaftar dan melihat siapa saja yang menerima Kartu Depok Sejahtera (KDS).

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan, dua pekan ke depan Pemkot Depok akan meluncurkan aplikasi kerakyatan agar semua data penerima KDS bisa dilihat secara transparan oleh semua pihak.

“Dua pekan ke depan sebuah aplikasi kerakyatan akan diluncurkan. Di mana nantinya semua orang bisa daftar KDS, dan bisa lihat siapa saja yang dapat KDS,” ujarnya, kemarin.

Setelah ada aplikasi tersebut, kata dia, masyarakat juga bisa mendaftar yang kemudian koordinator lapangan akan melakukan verifikasi kepada para calon penerima KDS.

“Ketika data masuk ke aplikasi tersebut, maka koordinator akan memverifikasi apakah orang tersebut benar-benar layak untuk mendapatkan KDS atau tidak,” katanya.

Dia mengatakan, jika nantinya melihat masyarakat yang membutuhkan bantuan, maka bisa segera dilaporkan atau didaftarkan yang kemudian akan ditindak lanjuti oleh Dinas Sosial (Dinsos).

“Nanti bisa diajukan nama dan alamat, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi,” jelasnya.

Sebelumnya ia mengatakan, Kartu Depok Sejahtera (KDS) adalah program yang menyatukan dan mengintegrasikan data kemiskinan di Kota Depok. Dirinya pun memaparkan berapa banyak masyarakat Depok sebagai penerima tujuh manfaat dalam KDS, serta bagaimana cara mendaftarnya.

1. Penerima Bantuan BPJS Gratis (KIS) dari Dinas Kesehatan. Dengan mekanisme, masyarakat mengusulkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan akan verifikasi oleh mereka, jika sesuai kriteria diusulkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) maka akan diverifikasi oleh puskesmas terdekat. Jika sesuai kriteria akan dibuatkan kartu KIS PBI (Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran) berasal dari APBD.

2. Penerima KDS dari beasiswa pendidikan. Untuk jenjang SD/SLB/MI dan SMP/SLB/Tsanawiyah siswa/siswi hanya untuk sekolah swasta, untuk SMA/SMK/MA boleh untuk siswa dan siswi bersekolah di negeri maupun swasta dan MA. Besaran beasiswa SD/SLB/MI senilai Rp 2 juta/siswa/tahun, SMP/SLB/Tsanawiyah senilai Rp 3 juta/siswa/tahun dan SMA/SMK/MA senilai Rp 2 juta /siswa/tahun.

Mekanismenya melalui Dinas Pendidikan (Disdik), nantinya siswa mengisi google form dan disampaikan ke pihak sekolah. Kepala Sekolah menambahkan dengan memberikan surat keterangan bahwa yang bersangkutan adalah siswa sekolah tersebut dan termasuk siswa miskin.

3. Santunan Kematian (Sankem) dari Dinas Sosial (Dinsos) dengan ahli waris melengkapi berkas-bekas seperti surat keterangan kematian dari kelurahan, KTP dan Kartu Keluarga yang disampaikan ke loket Dinsos untuk diverifikasi. Nantinya bantuan yang diberikan senilai Rp 2 juta setiap orang.

4. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman. Dengan Syarat khusus seperti rumah milik sendiri dan dalam kondisi tidak layak. Besaran bantuan senilai Rp 23 juta per rumah dengan uraian bentuk bahan bangunan Rp 22 juta dan jasa Rp 1 juta. Mekanisme penerima bantuan RTLH sebagian besar penerima berasal dari usulan anggota DPRD Kota Depok. Hasil reses anggota DPRD berupa aspirasi warga atau RT-RW dan LPM mengusulkan ke Perangkat Dinas/Kelurahan/Kecamatan. Lalu diverifikasi oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman layak tidaknya mendapatkan bantuan RTLH. Jumlah Penerima pada tahun 2021 sebanyak 1795 rumah, tahun 2022 sebanyak 758 rumah.

5. Penerima Bantuan Pangan Non Tunai oleh Dinsos, penerima berasal dari DTKS yang belum menerima bantuan pusat (Kemensos), dan lebih diutamakan lansia dan disabilitas. Semua penerima bantuan diverifikasi ulang untuk kelayakan sebagai penerima.

6. Penerima Bantuan Ketrampilan dan Pelatihan Kerja oleh Dinas Tenaga Kerja dengan jenis pelatihan Komputer, Perbengkelan, Tata Boga, Service Komputer, Service AC dan Tata Rias. Pelatihan yang biasa dilakukan oleh Dinas diberikan kouta sebesar 50-75 persen yang mendapatkan KDS atau DTKS. Untuk jumlah penerima pelatihan ini tahun 2021 sebanyak 86 orang dari 145 orang yang dilatih. Tahun 2022 untuk data sementara sebanyak 51 orang dari 80 orang.

7. KDS bagi Lansia dan Disabilitas Berdaya oleh Dinsos. Mereka akan mendapatkan bantuan pangan, bagi disabilitas mereka juga mendapatkan bantuan kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, dan tongkat tuna netra. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here