Kali Cabang Barat Tempat Favorit Pembuangan Sampah, Banjir Akan Terus Terjadi

96
Terlihat sampah mengambang di KCB yang membuat kawasan Mampang terendam banjir

Limo | jurnaldepok.id
Puluhan kubik sampah rumah tangga dan sampah industri tampak memenuhi bidang Kali Krukut Cabang Barat (KCB) mulai dari wilayah Kelurhanan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, hingga aliran Kali Cabang Barat di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Husin Tohir mengaku sangat prihat minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seraya mengatakan sangat mengecam kebiasaan masyarakat membuang sampah di bidang kali termasuk bidang kali Krukut Cabang Barat (KBC) yang telah mengalami pendangkalan akut akibat banyaknya material sampah dibidang kali.

“Kawah Kali Krukut Cabang Barat (KCB) semakin dangkal, ini disebabkan banyaknya sampah yang bertumpuk di atas bidang kali akibat perbuatan tangan-tangan tak bertanggung jawab,” ujar Husin kepada Jurnal Depok, Rabu (18/05).

Dikatakan Husin, untuk mengurangi aksi pembuangan sampah diatas bidang kali harus ada tindakan tegas terhadap para pembuang sampah yang tertangkap tangan melakukan pembuangan sampah di kali.

“Satu-satunya cara untuk mengurangi aksi buang sampah di kali yakni harus ada tindakan tegas kepada siapa saja yang membuang sampah di bidang kali, tanpa tindakan tegas jangan berharap akan ada pengurangan aksi pembuangan sampah dibidang kali, terlebih ketersediaan lahan kosong untuk tempat pembuangan sampah sementara (TPS) semakin menipis yang memaksa warga membuang sampah di kali,” paparnya.

Terpisah, Kholid salah satu petugas Tramtibum Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, justru meminta kepada pemerintah atau dinas terkait untuk memasang jaring sampah diatas bidang kali dititik perbatasan wilayah kelurahan, dengan tujuan setiap wilayah memiliki tanggung jawab untuk membersihkan sampah kawah kali di wilayah masing-masing.

“Selama ini terjadi saling menyalahkan, wilayah bagian hilir mengklaim bahwa sampah dibidang kali merupakan sampah kiriman dari warga di wilayah hulu, namun warga di wilayah hulu mengaku tidak membuang sampah di kali, kalau terus begini tidak akan ada penyelesaian, makanya saya sejak awal mengusulkan adanya jaring sampah diatas bidang kali di setiap perbatasan wilayah kelurahan,” kata Kholid.

Dikatakan Kholid, tidak mudah untuk mengawasi para pembuang sampah dikali karena lanjut dia pada umumnya para pembuang sampah memanfaatkan suasana sepi dimalam hari atau dini hari untuk melakukan aksi membuang sampah di permukaaan kali.

“Kalau siang hari enggak ada yang buang sampah dibidang kali, kami sering melakukan pengawasan disejumlah titik rawan mulai dari Kantor Kodim perbatasan wilayah Kelurahan Mampang dengan wilayah Kelurahan Grogol hingga depan perumahan Villa Mutiara yang berbatasan dengan wilayah Kelurahan Ktukut, tapi kami tidak pernah memergoki warga membuang sampah, dan berdasarkan informasi yang kami terima, ternyata warga kerap melihat penggguna jalan yang membuang sampah pada malam hari.

“Infonya seperti itu, kebanyakan aksi buang sampah di kali terjadi pada dini hari saat pengguna jalan akan berangkat kerja, ini yang membuat kami sulit untuk melakukan penangkapan pelaku pembuang sampah di bidang kali,” pungkas Kholid. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here