Proyek Underpass Dewi Sartika Digarap, Sistem Satu Arah Distop Sementara

572
Terlihat beberapa kendaraan sepeda motor hendak melawan arah perlintasan kereta api Jalan Dewi beberapa waktu lalu

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Arif Rahman Hakim-Nusantara dan Dewi Sartika hingga akhir Desember 2022 dihentikan sementara.

Pemberhentian SSA sementara karena adanya pengerjaan underpass Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas yang telah dimulai sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk penutupan perlintasan kereta api.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Marbudiantono mengatakan Jalan Dewi Sartika ke arah Margonda-Siliwangi akan ditutup pada, Rabu (17/5), pukul 23.30 WIB.

“Pada malam acara penutupan lintasan sebidang Jalan Dewi Sartika personel yang diterjunkan adalah Polres 20 orang, TNI menyesuaikan, Dishub 20 orang dan Pol PP 10 orang,” ujarnya, kemarin.

Adanya rekayasa lalu-lintas beberapa ruas jalan yang semula diberlakukan satu arah, kini sudah diberlakukan dua arah.

“Bahwa untuk Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika diberlakukan dua arah,” ucapnya.

Budi mengatakan, penutupan perlintasan sebidang di Jalan Dewi Sartika diberlakukan hingga 31 Desember 2022.

Kanit Kamsel Polrestro Depok, AKP Elly Padianasari dalam siaran pers yang diterima wartawan menambahkan, akan menutup simpang tak sebidang atau perlintasan rel KRL di Jalan Dewi Sartika, Kota Depok. Penutupan dalam rangka pembangunan underpass atau jalan terowongan yang akan diberlakukan mulai 17 Maret 2022.

“Penutupan perlintasan KRL dalam rangka pembangunan underpass di simpang tak sebidang di Jalan Dewi Sartika,” tandasnya.

Pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas di empat titik yakni dari Jalan Pitara menuju Jalan Margonda dibelokkan ke kiri memasuki Jalan Raya Sawangan kemudian belok kanan ke Jembatan Sting, belok kanan ke arah Simpang Lima Sengon lurus ke Jalan Dewi Sartika atau belok ke kiri ke Jalan Nusantara Raya.

Lalu, dari Jalan Raya Sawangan menuju Jalan Raya Margonda di belokkan ke kiri di Jembatan Sting kemudian belok kanan ke Jalan Salak Raya lanjut Simpang Lima Sengon.

“Dari Jalan Rambutan menuju Jalan Raya Sawangan tidak boleh lurus ke Jembatan Sting, tapi harus belok ke kiri ke Jalan Salak Raya, putar arah di Simpang Lima Sengon,” paparnya.

Kemudian, lanjutnya, dari Jalan Dewi Sartika diberlakukan dua arah yang diperuntukkan untuk kendaraan yang mengarah pasar, tempat perbelanjaan, Stasiun Depok Baru dan pemukiman sekitar lanjut ke Jalan AR. Hakim.

Ditambahkannya, arus yang dari Jalan Dewi Sartika tidak boleh belok kanan ke Jalan Nusantara, namun harus ke arah Sawangan kemudian belok kanan di Jembatan Sting lanjut ke Jalan Salak Raya.

“Arus dari arah barat di Jalan Dewi Sartika di belokkan ke kiri ke Jalan Sejajar Rel mengarah Stasiun Depok Baru, turunan Fly Over AR. Hakim ke kiri,” terangnya.

Menurut Elly, dari hasil rapat dengan pihak Dishub Kota Depok dan instansi terkait yakni diperlukan sosialisasi untuk pengguna jalan yakni disiapkan rambu-rambu, pemenuhan personel dari Satlantas Polres Depok, Dishub Kota Depok dan Satpol PP Kota Depok.

“Sosialisasi secara masif sesegera mungkin melalui medsos dan pemasangan spanduk. Rencana kegiatan rekayasa lalu lintas akan dilaksanakan selama dua minggu dan perkembangan ke depan akan di evaluasi,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here