Siap-Siap Kondangan Lagi, Kemenag Ungkap 1.800 Pasangan Pengantin Menikah di Bulan Syawal

177
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, H Asnawi didampingi KH Fachrudin saat menyaksikan prosesi akad nikah pasangan pengantin Ulya-Nizar di wilayah Kecamatan Sawangan, Minggu (08/05/22)

Sawangan | jurnaldepok.id
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, H Asnawi mengungkapkan, sebanyak 1.800 calon pengantin akan melangsungkan ijab qobul pernikahan di bulan Syawal 1443 H (Mei-Juli 2022).

“Memang saat pandemi melandai sejak beberapa bulan lalu, jumlah calon pengantin yang melangsungkan akad nikah mengalami peningkatan,” ujar Asnawi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terlebih, sambungnya, jumlah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di bulan Syawal naik cukup signifikan.

“Kalau setiap bulan peristiwa pernikahan sebanyak 1.200 se Kota Depok, di bulan Syawal ini diperkirakan mencapai 1.600-1.800 peristiwa pernikahan, dengan kata lain di bulan Mei hingga awal Juli 2022,” paparnya.

Banyaknya jumlah pernikahan di bulan Syawal, lanjutnya, menandakan masyarakat Depok masih memandang bulan Syawal sebagai bulan yang penuh keberkahan untuk melangsungkan pernikahan.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah 1.800 calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di bulan Syawal paling banyak berasal dari empat kecamatan yakni Cimanggis, Tapos, Sukmajaya dan Pancoran Mas.

“Namun begitu, kami dari Kementerian Agama mengimbau ketika ada pernikahan kemudian dilanjutkan dengan resepsi, tetap protokol kesehatan harus diutamakan, meskipun PPKM akan berakhir,” katanya.

Asnawi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, menambahkan, selain bulan Syawal, peristiwa pernikahan juga sering terjadi di bulan Dzulhijjah atau yang lazim disebut bulan Haji.

“Biasanya lebih meningkat lagi dari bulan Syawal,” jelasnya.

Selain protokol kesehatan, kata dia, Kementerian Agama juga mengimbau kepada calon pengantin untuk mengikuti kegiatan kursus calon pengantin yang diadakan sebelum akad nikah.

“Itu program dari pemerintah, gratis. Tujuannya ketika sudah menikah mereka (pengantin,red) memiliki bekal terkait hak dan kewajiban suami istri,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here