Polisi Periksa 8 Lifeguard Taman Herbal Insani, Terungkap Mereka Tak Miliki Kompetensi

298
Salah satu arena bermain yang berada di Taman Herbal Insani

Bojongsari | jurnaldepok.id
Lifeguard atau penjaga kolam renang di Taman Herbal Insani, Duren Seribu, Bojongsari, yang menewaskan satu balita ternyata tidak memiliki keahlian atau sertifikat lisensi dibidangnya.

“Sudah delapan orang lifeguard kami periksa dan alangkah terkejutnya bahwa lifeguard nya tidak punya kompetensi,” ujar Kapolsek Bojongsari, Kompol Ronny di Taman Herbal Insani, kemarin.

Ia menambahkan, mereka tidak memiliki kompetensi sebagai lifeguard.

“Bukti otentik, sertifikasi, segala macam yang menyatakan mereka sudah melaksanakan pelatihan sebagai lifeguard itu tidak ada,” paparnya.

Padahal, Ronny mengaku dirinya sudah mengimbau agar para pelaku wisata air di daerah Bojongsari dan Sawangan ini melengkapi lifeguard nya dengan uji kompetensi.

“Sejak dua hari setelah saya dilantik, saya sudah ingatkan para pengelola tempat wisata seperti itu supaya lifeguard-lifeguard nya itu dilakukan pelatihan. Agar mempunyai kompetensi apabila terjadi hal semacam ini mereka udah dibackup dengn uji kompetensi yang menyatakan bahwa mereka layak bekerja di tempat pariwisata yang berhubungan dengan dunia air,” katanya.

Ronny mengatakan, pihaknya akan kembali memeriksa sejumlah saksi lainnya, di antaranya pengelola dan beberapa karyawan.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial MI (4) tewas tenggelam saat berwisata di Kolam Renang Taman Herbal Insani, Bojongsari, Jumat (6/5).

Diduga, korban menerobos pagar pembatas antara kolam anak dan kolam dewasa.

Manager Pengembang dan Pengawas Taman Herbal Insani, Hendro membenarkan kejadian tersebut. Ia mengklaim pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadi suatu musibah.

“Kami tidak ingin musibah ini terjadi, baik dari pihak korban ataupun pihak kami. Kami sudah melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadi suatu musibah, apalagi sampai meninggalnya seorang anak ini,” tanggapnya.

Berdasarkan rekaman CCTV, Hendro mengungkapkan korban nampak menerobos pagar pembatas antara kolam dewasa dan anak-anak.

Lebih lanjut Hendro mengatakan, pihaknya sudah bermediasi dengan pihak keluarga korban.

“Kami dengan pihak keluarga pun sudah musyawarah, kami sudah melakukan mediasi, kami dari pihak Taman Herbal Insani akan bertanggung jawab sesuai SOP kami,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here