Pasca Lebaran, Pendatang di Kota Depok Diprediksi Meningkat

23
Gapura selamat datang yang berada di perbatasan Depok-Bogor

Margonda | jurnaldepok.id
Meskipun saat ini penduduknya terus mengalami peningkatan, namun Kota Depok masih menjadi kota tujuan bagi pendatang baru untuk mengadu nasib. Letak geografisnya yang berdekatan dengan Ibu Kota Negara yakni Jakarta, Depok seolah menjadi syurga bagi pendatang dari daerah untuk bermukim atau sekedar transit.

Tak heran, jika tingkat kemacetan, keamanan dan kepadatan penduduk di kota berjuluk Sejuta Belimbing ini terus meningkat setiap tahunnya.

Namun begitu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok, Nuraeni Widayati mengaku belum bisa memastikan berapa banyak jumlah pendatang baru dari daerah yang masuk Depok pasca lebaran tahun ini.

“Berapa banyak warga penduduk non permanen yang akan masuk ke Depok usai lebaran ini belum ada prediksi. Kita lihat saja nanti ketika akan dilakukan sensus penduduk ulang oleh BPS,” ujar Nuraeni, kemarin.

Sebagai perbandingan, sambungnya, ketika pandemi Covid-19 berdasarkan SP BPS 2020, penduduk Depok mencapai 2.056.000 jiwa (de facto).

“Namun berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester 2 tahun 2021 (de jure), penduduk Depok sebayak 1.893.321 jiwa. Maka selisihnya adalah penduduk non permanen sekitar 162.679 jiwa,” paparnya.

Dikatakannya, merekalah yang harus lapor sebagai penduduk non permanen di Depok.

“Kami akan lakukan sosialisasi kepada RT dan RW. Sebagai pedomannya yakni Permendagri 74/2022. Warga pendatang harus resmi melalui mekanisme pindah datang ke Dukcapil, rata-rata mereka urusnya setelah lebaran,” jelasnya.

Umumnya, kata dia, yang saat ini masuk Depok usai lebaran, kemungkinan adalah warga non permanen yang tidak berencana menetap di Depok.

“Permendagri nya baru saja terbit terkait pendaftaran penduduk non permanen yaitu Permendagri no 74 tahun 2022. Bahwa pada pasal 2 disebutkan Penduduk non permanen harus melakukan pendaftaran ke dinas DUKCAPIL setempat dengan cara daring atau offline dengan mengisi form F1-15,” terangnya.

Nantinya, sambungnya, mereka bisa memilih kriteria sebagai penduduk non permanen. Hal itu bisa berdasarkan alasan pekerjaan, Pendidikan dan lainnya. Adapun pendaftaran secra daring aplikasinya sedang disiapkan oleh Ditjen Dukcapil.

“Kami akan lakukan sosialisasi hal ini seiring dengan sosialisasi program RW Darminduk pada Mei-Juni. Simultan melakukan pendataan penduduk non permanen yang diarahkan ke depan menggunakan ID digital bagi mereka yang tidak akan menetap di suatu wilayah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here