Tak Mau Dikasih Rp 50 Ribu, Polisi Temukan Oknum Ormas Minta-minta THR

493
Ilustrasi

Bojongsari | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Bojongsari menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan oknum organisasi masyarakat yang meminta tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah pedagang di wilayah Bojongsari.

Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan, modus yang digunakan oknum ormas ini adalah dengan menitipkan amplop tersebut kepada para pedagang.

Setelah itu, oknum ormas ini akan kembali mengambil amplop yang telah diisi sejumlah uang oleh para pedagang.

Kapolsek Bojongsari, Kompol Syahrony mengatakan, pihaknya mendapati ada lima laporan dari para pedagang yang menjadi target oknum ini.

“Siang hari ada lima amplop yang keluar. Satu hari untungnya berapa di lapak-lapak itu,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, oknum ormas ini menolak bila para pedagang memberikan uang sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Dikasih Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu enggak mau, maunya Rp 100 ribu lalu dikalikan lima saja sudah Rp 500 ribu. Kami tekan itu, kalau memang dikasih tindakan bawa ke sini, biar ketua umum yang berada di wilayah Sawangan dan Bojongsari ketemu sama saya,” jelasnya.

Syahrony mengimbau kepada pada masyarakat Bojongsari dan Sawangan agar tidak memberikan uang kepada oknum ormas yang meminta THR.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Sawangan dan Bojongsari jangan memberi, bila perlu laporkan kepada kami. Apabila ada ormas seperti itu laporkan ke Polsek, kami akan tindak tegas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno melarang anggotanya untuk minta THR Lebaran kepada siapapun.

Hal itu tertuang dalam bernomor 791.A5/MPN-PP/IV/2022 perihal instruksi tertanggal 21 April 2022. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here