Terjunkan 1.248 Personil, PLN UIT JBB Siap Jaga Pasokan Listrik di Hari Raya Idul Fitri 1443 H

89
PLN UIT JBB saat menggelar Apel Pasukan Siaga Idul Fitri 1443 H

Cinere | jurnaldepok.id
Untuk menjaga pasokan listrik tetap prima, PT PLN (Persero) menggelar Apel Pasukan Siaga jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

General Manager PLN UIT JBB, Erwin Ansori mengatakan, Masa Siaga keandalan pasokan listrik jelang Idul Fitri 1443 H akan dimulai pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri tahun 2022 ini.

“Berbagai kesiapan dilakukan unit PLN di seluruh Indonesia. Demikian halnya dengan PLN Unit Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) yang melaksanakan Apel Siaga di seluruh unit kerjanya yaitu UPT Cawang, UPT Pulogadung, UPT Duri Kosambi dan UPT Cilegon, yang meliputi 1.248 Personil di 17 titik posko siaga,” ujar Errwin, kemarin.

Erwin juga memastikan kesiapan personil, peralatan hingga kendaraan operasional.

“Hal ini agar keandalan pasokan listrik tetap terjaga dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) melakukan penyempurnaan sistem digital rantai pasok material kelistrikan terpadu demi meningkatkan kecepatan dan ketepatan layanan kepada pelanggan.

Untuk memastikan sistem digitalisasi rantai pasok material kelistrikan ini telah berjalan optimal di lapangan, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyambangi Gudang Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cikarang Kota dan Gudang Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi.

“Kedatangan kami bukan ingin sidak, sebenarnya ingin kangen-kangenan dengan tim di unit sekaligus bagaimana upaya kami bisa meningkatkan pelayanan dan memperbaiki proses bisnisnya. Dari yang kami lihat, memang butuh perbaikan untuk tata kelola rantai pasok material kelistrikan ini. Dari tata kelolanya, kami harus membangun sistem informasi manajemen,” ungkap Darmawan.

Darmawan menjelaskan, digitalisasi rantai pasok material kelistrikan sangat penting bagi PLN, sebab jumlah material yang dikelola di gudang-gudang PLN sangat banyak dan bervariasi sehingga mustahil bisa dilakukan pengelolaan dengan baik jika dilakukan secara manual.

“PLN memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan prima kepada lebih dari 82 juta pelanggan. Diperlukan sistem informasi rantai pasok material kelistrikan yang terpadu agar setiap permintaan pelanggan, mulai dari keluhan, penyambungan baru, hingga tambah daya dapat dilayani dengan cepat,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ia menemukan bahwa ketersediaan material sudah memadai dan sistem digital telah diterapkan masih perlu perbaikan di berbagai aspek. Pergerakan material mulai dari diterima oleh Unit Induk dari Pabrikan, didistribusikan ke UP3, ULP, hingga ke petugas di lapangan telah menggunakan Aplikasi Gudang Online dan SAP. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here