Minta Akses Jalan Dibuka Lagi, Warga Rawageni Surati PT KAI Hingga Ngadu ke DPRD

1013
Terlihat akses Jalan Rawageni ditutup permanen pasca terjadi kecelakaan

Cipayung | jurnaldepok.id
Warga Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, akan melayangkan surat keberatan ke PT KAI, wali kota hingga DPRD atas keberatan ditutupnya akses Jalan Rawageni secara permanen pasca terjadinya kecelakaan antara commuterline dengan satu unit mobil.

Perwakilan RW se Rawageni, Jaelani mengatakan, pihaknya telah mengkonsep surat keberatan itu yang akan dilayangkan dalam waktu dekat ini.

“Kami semua RW se Rawageni yang terdiri dari 12 RW merasa keberatan atas penutupan akses jalan tersebut. Karena bagaimana pun jalan itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” ujar Jaelani kepada Jurnal Depok, Kamis (21/04).

Diakuinya, volume kereta api beberapa tahun terakhir ini semakin padat dan semakin cepat pula jika melintas.

“Dari itu, tinggal disiasati saja dibuatkan pintu perlintasan secara otomatis. Jalan Rawageni ini sangat efektif untuk mengurai kemacetan dari berbagai arah, tapi ketika ditutup maka kemacetan semakin parah,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Jalan Rawageni merupakan jalan alternatif warga, baik dari dan menuju wilayah barat, timur, selatan dan utara Kota Depok.

“Bahkan, kami rela berswadaya untuk melebarkan Jalan Rawageni ini. Jadi, kami minta PT KAI untuk membuka lagi akses jalan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, KRL KA 1077 (relasi Bogor – Jakarta Kota) menabrak sebuah mobil minibus putih yang terjebak di pelintasan tersebut.

“Petugas gabungan langsung menutup pelintasan sebidang tersebut secara permanen,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba saat dihubungi, kemarin.

Menurut Anne, pelintasan yang terletak di antara Stasiun Citayam dan Stasiun Depok itu merupakan akses jalan ilegal.

Ia menambahkan, penutupan pelintasan ilegal itu sesuai dengan aturan perundang-undangan, tepatnya Pasal 94 Ayat (1) Undang-undang 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, pelintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup,” tegasnya.

Lebih lanjut Anne mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mendahulukan keselamatan.

“Kami mengiimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah mobil berwarna putih ditabrak kereta rel listrik (KRL) di palang pintu pelintasan sebidang Jalan Rawa Geni, Rabu (20/04).

Mobil bernomor polisi B 1563 NYZ itu mengalami ringsek setelah terseret sekitar 10 meter dari pintu pelintasan.

Tidak ada korban jiwa, bahkan pengemudi mobil bisa keluar dari kabin mobil dan bergegas meninggalkan loksasi kejadian. n Rahmat T | Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here