Tumbuhkan Generasi Muda Yang Pancasilais, Sekolah Toleransi Hadir di Depok

99
Pangdam Jaya didampingi Sekda, Ketua DPRD dan Kadisdik Prov saat memberikan arahan di sekolah toleransi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Panglima Kodam Jayakarta, Mayjen TNI Untung Budiharto mengatakan, diluncurkannya Sekolah Toleransi diharapkan kader-kader toleransi selalu muncul dan menjadi pionir di masyarakat.

Hal itu dikatakannya saat meresmikan Sekolah Toleransi di SMA Negeri 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Kota Depok, pada Rabu(20/4)

Dia mengatakan, dalam rangka menumbuhkan generasi muda yang Pancasilais dari Depok untuk Indonesia maju, adil, berbudaya dan sejahtera.

“Ini semuanya untuk memupuk generasi muda kita untuk memiliki sifat-sifat yang toleran yakni menghargai sesama, mampu bekerjasama dan menciptakan suatu kerukunan diantara mereka tanpa memandang suku, bangsa, dan agama,” ujarnya, Rabu (20/04).

Dia menambahkan, Sekolah Toleransi ini perlu ditularkan ke sekolah-sekolah lainnya lantaran toleransi menjadi suatu kekuatan dalam menjaga persatuan dalam skala mikro di keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara.

Hadirnya Sekolah Toleransi, merupakan aplikasi dari Pancasila yakni Sila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia.

“Kita buat agar toleransi itu jadi budaya bagi masyarakat terutama generasi muda yang akan menangani kepemimpinan di masa depan. Kita lengkapi pengetahuan itu bukan karena sekarang kurang toleransi tapi begitu pentingnya toleransi bagi bangsa ini,” tuturnya.

Maraknya tawuran antar pelajar pun diakui Untung turut menjadi salah satu berdirinya Sekolah Toleransi. Terlebih saat ini dunia semakin ke depan selalu saja terjadi konflik.

Alasan dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi peluncuran Sekolah Toleransi dikatakan Untung lantaran Kota Depok masuk dalam wilayah aglomerasi dari Kodam Jaya.

“Sebetulnya hal ini sudah pernah dilaksanakan dalam topik-topik berbeda, beberapa waktu lalu saya menyelenggarakan ini di Bekasi dengan Salam Pancasilanya, itu saya kira jadi satu program rangkaian,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Disdik Jawa Barat, Dedi Supandi menambahkan, nantinya penguatan toleransi di sekolah yang digagas Pangdam Jaya akan dimasukan kurikulum yang berbasis toleransi. Misalnya, kurikulum anti radikalisme yang dimasukan ke dalam mata pelajaran PPKN.

“Untuk kurikulum di SMA ada pendidikan anti korupsi yang sudah MoU dengan KPK dan Kejati Jabar,” tandasnya.

Dirinya juga berharap, untuk implementasinya, setiap hari harus ada tagline. Seperti Senin wawasan kebangsaan, Selasa kesatuan, Rabu budaya lokal, Kamis musyawarah, Jumat nilai keagamaan.

“Jadi tagline itu yang setiap harinya kita implementasikan karena bagian dari budaya pancasil yang harus mengakar pada seluruh pelajar,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here