Teriak Allahu Akbar, Sopir Minibus Selamat Usai Terseret KRL 10 Meter

300
Terlihat ringsek mobil yang ditabrak KRL di pintu perlintasan Rawa Geni

Cipayung | jurnaldepok.id
Ustad Ahmad Yasin pengendara mobil yang ketabrak commuterline hingga terseret 10 meter di perlintasan pintu manual Rawa Geni Ratujaya, Cipayung, selamat dari kejadian tersebut.

Kepada wartawan Yasin mengatakan, sebelum berangkat atau habis Sholat Subuh dirinya melakukan rutinitas yaitu mengaji setelah itu langsung cuci mobil.

“Nah sekitar pukul 06.30 saya pamit kepada istri dan anak untuk berangkat menuju Jakarta,” ujarnya, Rabu (20/04).

Dalam perjalanan dia meminta dikirim google maps kepada teman-teman panitia dan langsung dikirimkan.

”Saya biasa kalau dari arah Depok lewat Wali Kota, nah tadi saya membuka maps. Nah maps itu mengarahkan ke arah yang lebih dekat. Tempat tadi Rawa Geni yang tempat kecelakaan sudah sering sebenarnya saya lewati,”katanya.

“Tadi pas buka google maps, karena tujuan saya dari Jakarta ternyata posisinya lewat atau nyebrang rel Rawa Geni dekat. Saya langsung putar balik dan pada saat itu palang pintunya terbuka dan memang disitu ada petugas sebenarnya,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa penjaga pintu sempat teriak mengabarkan bahwa ada kereta. Hanya saja dirinya sudah lewat sekitar dua meter berada di tengah rel.

“Nah begitu dia lihat saya, petugas itu teriak-teriak ada kereta. Cuman kan saya udah lewat karena palang pembatasan kebuka,” jelasnya.

Pada saat itu dirinya tidak akan selamat dan hanya pasrah saja karena posisi mobil ada di depan kereta.

”Saya pikir enggak selamat, saya sudah pasrah saja. Begitu lihat kekiri udah langsung kepalanya kereta dan mobil pas ada di tengah rel dan disitu saya enggak panik, saya pasrah dan langsung tutup mata. Saya serahkan diri kepad Allah dan menyebut Allahuakbar-Allahukbar,” ungkapnya.

Usai kejadian diriinya tidak berpikir panjang dan tidak panik, meskipun dibagian kaki dan tangan ada luka.

“Saya enggak mikir panjang, kebetulan saya juga enggak panik dan ada luka di bagian kaki dan tangan dan memar. Saya bismillah keluar saja. Saya duduk di sebelah jalan, begitu saya duduk lewat abang saya. Karena banyak kerumunan saya minta diantar saat itu, saya telepon teman-teman polisi dan Ustad Abdara untuk lihat keadaan,”katanya.

Atas kejadian ini dia mengambil hikmahnya saja, kejadian tidak tahu kapan terjadi.

“Saya ambil hikmah nya, saya seringkali lewat sebelah sini mungkin supaya tidak simpang siur kita bisa mengambil pelajaran. Walaupun ada palangnya, kita tetap harus waspada dan harus lihat kiri dan kanan. Atas kejadian ini dirinya mohon maaf dan terima kasih atas support bapak ibu saya sehat dan selamat,” tukasnya.

Dirinya membantah bahwa dirinya kabur usai kejadian. Selain itu, ia juga membantah bahwa dirinya tidak mengindahkan plang pembatas rel kereta yang sudah turun.

Sementara itu, Penjaga palang pintu manual, Endi Rais mengatakan, pada saat kejadian sedang berjaga dan membantu pengendara yang ingin melintas di perlintasan KRL. Namun, sekitar pukul 06.45 WIB minibus dari arah Depok masuk ke perlintasan saat KRL akan melintas.

“Padahal sudah saya suruh setop karena ada kereta. Tapi, sopirnya enggak dengar akhirnya tertabrak,” ujarnya, Rabu (20/04).

Endi menuturkan, pada saat kejadian pihaknya sudah meminta pengendara berhenti. Namun, dikarenakan lalu lintas di Jalan Raya Citayam cukup padat, sehingga pengendara tetap memaksa masuk ke perlintasan.

“Sepertinya pengemudi panik karena sudah diklakson pengendara lain, sehingga memaksa untuk menyeberang,” paparnya.

Endi menjelaskan, sebelum kejadian, kendaraan yang melintas di perlintasan palang pintu tidak terlalu padat. Namun, di Jalan Raya Citayam yang terlihat padat.

“Kalau di perlintasan tidak padat. Tapi, Jalan Raya Citayam yang padat,”katanya.

Pada saat kejadian minibus tertabrak pada bagian depan. Selain itu minibus terseret ke arah Jakarta.

“Terseret sekitar 10 meter dari titik mobil mau menyeberang,” ucap Endi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba tidak menyebut KRL menabrak mobil. Dalam keterangan resminya, Anne menyebut kecelakaan itu sebagai mobil yang menemper KRL KA 1077 (Bogor – Jakarta Kota) di kilometer 34+4/5 antara dua stasiun tersebut.

“Akibat tertemper mobil, sarana KRL mengalami kerusakan,” ungkapnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here