Mutiara Ramadhan: Melawan Nafsu Negatif

34
Yeti Wulandari

Oleh: Yeti Wulandari, SH
Wakil Ketua DPRD Depok

Allah melengkapi penciptaan manusia dengan diberinya akal dan nafsu. Karenanya kita harus menggunakan akal kita utuk mengendalikan nafsu, dan jangan sampai nafsulah yang menguasai dan mengatur akal kita.

Nafsu adalah kecenderungan jiwa pada perkara-perkara yang selaras dengan kehendak manusia. Ia sejatinya diciptakan Allah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia. Bisa dibayangkan, jika tak ada nafsu, tak mungkin manusia menginginkan kualitas hidup yang baik.

Karenanya, nafsu tidak untuk dihilangkan, tetapi untuk diatur dan dikendalikan sesuai dengan kehendak syariat. Meskipun pada praktiknya mengendalikan hawa nafsu bukanlah perkara yang mudah.

Mengendalikan hawa nafsu bak bertempur tak ada habisnya. Di setiap waktu, tempat, dan keadaan kita harus senantiasa sigap melawan bisikan nafsu negatif. Adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhan nya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga itulah tempat tinggalnya.

Sesuai Firman Allah SWT “Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan nya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal (nya)” (QS: An-Nazi’aat 79:37-41)

Seyogyanya kita selalu mengasah akal kita dan pula tidak lupa untuk senantiasa memohon ampunan serta rahmat dari NYA. Semoga level nafsul muthmainnah yang diidamkan dapat kita capai dengan mudah.

Rasulullah SAW telah bersabda “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan” (Hadits hasan shahih).

Sahabatku yang dimuliakan Allah, semoga dengan ibadah puasa ramadhan yang kita lakukan, kita akan mencapai derajat taqwa seperti yang Allah SWT harapkan dalam surat Al Baqarah 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Rasullah SAW juga bersabda “Orang yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala Allah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Orang yang berpuasa akan mendapatkan keistimewaan dengan surga yang dikhususkan untuk mereka, yaitu: Ar-Rayyan (HR. Bukhari dan Muslim).|*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here