Dampak Pembangunan Tol Desari, Rumah Warga di Kawasan Krukut Kebanjiran

134
Terlihat banjir menggenangi rumah warga akibat dampak pembangunan Tol Desari

Limo | jurnaldepok.id
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, dan sekitarnya pada, Senin (18/4) petang memicu luapan air ke permukiman warga RT 01/04 yang notabene berdekatan dengan konstruksi jalan Tol Depok – Antasari (Desari).

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Husin Tohir meminta kepada Kontraktor pelaksana proyek tol Desari untuk segera membuat saluran air (Drainase) di bawah konstruksi jalan tol agar air tidak meluap kepermukiman warga, namun lanjut dia sampai saat ini lanjut dia usulan Kelurahan dan LPM belum juga direalisasikan oleh kontraktor pelaksana proyek tol Desari dengan alasan belum mendapat izin dari pihak Pertagas.

“Kami sudah beberapa kali meminta kontraktor tol untuk segera membuat saluran air (Drainase) agar air tidak tumpah ke permukiman warga, tapi memang lokasi nya bersinggungan dengan aliran pipa gas milik Pertamina sehingga harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak Pertagas,” ujar Husin Tohir.

Pernyataan senada disampaikan oleh Lurah Krukut, Kecamatan Limo, H. Tajuddin.
Dikatakan Tajuddin, banjir dilingkungan warga RT 01/04 sudah dua kali terjadi, dan dirinya sudah meninjau lokasi genangan air yang merendam rumah warga lalu memanggil pihak kontraktor tol untuk segera mengatasi masalah tersebut.

“Kami sudah dua kali meninjau lokasi dan kami sudah memanggil kontraktor tol agar segera membuat saluran air (Drainase), pada prinsipnya pihak tol sudah bersedia membangun drainase tapi memang harus ada persetujuan terlebih dahulu dari pihak Pertagas karena titik lokasi nya berada sangat dekat dengan aliran pipa gas,” imbuhnya.

Tak hanya memanggil kontraktor pelaksana proyek tol, Tajuddin juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pertagas untuk mempercepat realisasi pembuatan saluran air dilokasi yang telah merendam delapan rumah tersebut.

“Saya sudah panggil juga pihak Pertagas, karena jangan sampai nanti warga menyalahkan Pertagas juga karena tak kunjung memberi izin kepada kontraktor tol untuk membuat saluran air (Drainase),” pungkas H. Tajuddin, (Asti Ediawan).

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here