Mutiara Ramadhan: Meraih Kemuliaan Bersama Al-Qur’an

73
H Qurtifa Wijaya

Oleh: H. Qurtifa Wijaya, S.Ag
-Angota DPRD Kota Depok
-Mahasiswa Pascasarjan IIQ Jakarta

Satu-satunya nama bulan dalam kalender Islam yang ditemukan penyebutannya dalam Al-Qur’an adalah bulan Ramadhan, sedang nama sebelas bulan yang lain tidak satupun disebutkan. Nama Ramdhan sendiri disebutkan oleh Allah SWT di dalam firman-Nya surat Al-Baqarah ayat:185 yang artinya

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”.

Yang menarik, dalam ayat ini Allah SWT menghubungkan Ramadhan langsung dengan Al-Qur’an, dengan menjelaskan bahwa Ramdhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, baru kemudian diikuti dengan penjelasan tentang perintah untuk melaksankan ibadah puasa bagi muslim mukallaf yang mendapati atau bertemu bulan Ramadhan.

Disandingkannya kata Ramdhan langsung dengan Al-Qur’an menunjukkan kemuliaan bulan Ramdhan diantara bulan-bulan lainnya, dimana Allah SWT memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya terkait ayat ini:
“Allah SWT memuji bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an yang agung”.

Tamu khusus yang dimampirkan di sebuah rumah, berarti rumah itu bukanlah sembarang rumah. Al Qur’an yang mulia, diturunkan pada bulan yang mulia dalam rangka memuliakan manusia. Di bulan Ramadhan ini, disamping melaksanakan puasa di siang hari dan shalat di malam hari, kita kaum muslimin juga diharapkan memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas interaksi dengannya.

Al-Qur’an adalah mu’jizat terbesar Rasulullah SAW yang penuh dengan keberkahan. Seseorang akan mendapatkan keberkahan Al-Qur’an manakala dia akrab, dekat dan rajin membacanya, senang mentadabburi kandungan ayat-ayatnya, serta bersungguh-sungguh mengamalkan petunjuk dan nilai-nilainya.

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an. Beruntunglah mereka yang istiqomah membaca Al-Qur’an, mempelajari dan menggali pesan-pesan Allah SWT yang disampaikan di dalamnya.

Membaca dan mendalami kandungan Al-Qur’an berarti kita membuka jiwa dan pikiran kita untuk merasakan kenikmatan yang paling besar dari Allah SWT, yaitu bimbingan dan petunjuk-petunjuk-Nya.

Karena sesungguhnya Al-Qur’an adalah Kalamullah dan Allah Yang Maha Rahmanlah yang mengajarkannya kepada manusia, Allah SWT juga yang memberikan hidayah, ilmu dan pemahaman serta berbagai hikmah yang terkandung dalam kitab-Nya sehingga kita bisa meniti jalan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat firman Allah SWT yang artinya:
“(Allah) Yang Maha Pengasih, Yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (QS.Ar-Rahman:1-2).

Ketika menjelaskan ayat ini, Wahbah al-Zuhaili dalam tafsirnya al-Munir mengatakan, Allah memulai ayat ini dengan salah satu dari nama-nama-Nya yang mulia, karena sesungguhnya pokok dan yang paling utama dari nikmat agama Islam adalah nikmat diturunkannya Al-Qur’an, dan diajarkannya Al-Qur’an oleh Allah SWT kepada manusia. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an adalah dasar dari agama, asal-usul hukum, wahyu terbesar serta kitab yang paling dominan dan tervalidasi.

Alhamdulillah, sepertiga perjalanan Ramdhan telah kita lalaui, dan masih ada dua pertiga lagi perjalanan Ramdhan akan kita tempuh. Mari di sia perjalanan ini kita tambah lagi perhatian dan intensitas interaksi kita dengan Al-Qur’an. Semoga bersama Al-Qur’an yang mulia, di bulan Ramadhan yang juga mulia, kita akan mendapat tambahan petunjuk, cahaya, rahmah dan kasih sayang serta kemuliaan dari Allah SWT. Aamiin.|*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here