Dua Ormas Yang Berebut Uang Keamanan, Kemarin Jalani Sidang

97
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dua ormas saling berebut uang keamanan pengelolaan sampah sehingga mengakibatkan salah satu posko dibakar.

Atas kejadian ini tiga orang diamankan dan sidang perdana kasus pembakaran posko organisasi masyarakat yang diduga dilakukan oleh tiga oknum yang mengaku anggota Ormas mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Depok. Adapun ketiga terdakwa yakni AP, MN, GB mulai dilakukan pengadilan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio membenarkan terkait dengan jadwal persidangan tersebut.

“Berdasarkan laporan dari penuntut umum kami sudah terima penetapan hakim nomor 163/Pid. B/2022 PN Depok serta penetapan nomor 162/B 2022 PN Depok yang isinya ditetapkan tanggal 13 April 2002 sidang perdana kasus pembakaran posko ormas di Depok dan untuk hakim ketua yang memimpin sidang tersebut adalah Akhmad Fadil,” ujarnya, kemarin.

Rio mengatakan, bahwa dua jaksa yakni Alfa Dera bersama Charles Hengki Pangaribuan ditugaskan selaku penuntut umum atas perkara tersebut.

“Di persidangan dua jaksa penuntut umum akan menghadirkan seluruh alat bukti berupa saksi-saksi serta alat bukti lainnya beserta barang bukti untuk membuktikan perbuatan yang dilakukan oleh para terdakwa,” paparnya.

Adapun untuk pasal yang didakwakan yakni pasal 170 Kuhp atau Pasal 406 Kuhp Jo 55 Kuhp dengan ancaman pidana pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

“Berdasarkan berkas perkara terdakwanya saat ini tiga dan masih ada satu orang atas nama Rafi alias Belo yang masih status buronan dan diburu teman-teman penyidik Polres Metro Depok,” terangnya.

Andi menerangkan, kasus perusakan posko ormas ini berawal dari sakit hati perselisihan uang keamanan lingkungan dari sebuah lokasi pengelolaan sampah. Selanjutnya karena terpengaruh minuman keras, berujung pada pembakaran oleh para terdakwa.

Rio mengimbau kepada seluruh anggota ormas dan masyarakat yang ad di Kota Depok untuk sama-sama menciptakan Kota Depok yang kondusif di bulan ramadhan.

“Kepada pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here