Stop Kekerasan Anak dan Perempuan, Gubernur Launching Jabar Cekas

32
Gubernur Jabar bersama Wali Kota Depok saat melaunching Jabar Cekas

Tapos | jurnaldepok.id
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Wali Kota Depok, Mohammad Idris meluncurkan program Jawa Barat Berani Cegah Tindakan Kekerasan (Jabar Cekas) di SMU 4 Depok. Ia pun meminta stakeholder pro aktif mencegah terjadinya kekerasan anak dan perempuan.

“Serta mengkampanyekan berani menolak, berani berkata tidak, berani bergerak, berani bicara, berani melapor, berani melindungi, berani berpihak,” ujarnya, kemarin.

Melalui gerakan tersebut, Emil berharap kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jabar tidak terjadi lagi. Ia juga ikut menyosialisasikan simbol internasional pertanda terjadinya kekerasan. Yaitu dengan melambaikan empat jari yang menutupi ibu jari. Diharapkan perlahan semua orang bisa tahu simbol tersebut dan dapat menolong korban kekerasan yang tidak berani bicara.

“Ini simbol internasional. Kalau kita tidak bicara, terjadi kekerasan yang kadang orang tidak paham kita bisa memperlihatkan lima jari, ibu jari ditekuk dan ditutup oleh empatnya. Ini menandakan terjadi peristiwa kekerasan dan mohon pertolongan. Kode ini mudah-mudahan bisa disosialisasikan,” katanya.

Dia yakin dengan gotong royong dan sinergi bersama maka angka kekerasan bisa berkurang.

“Yang bisa kita harapkan dari Jabar Cekas ini ada pengurangan (kekerasan). Jadi, nanti ada monitor akhir tahun apakah kasusnya turun. Nanti juga bantu memonitor, bantu sosialisasi, apakah keberanian sudah dipahami oleh anak dan perempuan,” paparnya.

Dia menambahkan, instrumen formalnya sudah ada, unit pengaduan terpadu yang kemarin mengurusi anak-anak korban sampai ada solusi merupakan unit negara yang sudah ada.

“Kemudian ada hotline supaya bisa melaporkan dengan cepat, kemudian ada sosmed untuk berani bicara untuk jadi budaya yang kita lakukan,” jelasnya.

Dia berharap, ketika gerakan ini gencar digaungkan, pelaku kejahatan seksual semakin jera dan tidak akan melakukan perbuatannya kembali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka menambahkan, Program Jabar Cekas mengkampanyekan 10 berani cegah tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di antaranya berani berbicara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, berani berpihak kepada korban, berani berkata tidak, berani melawan, berani maju, berani bergerak, dan berani melindungi korban kekerasan yang menimpa perempuandan anak.

“Jadi langkah ini pun untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here