Disdik Jabar Surati Kepala Sekolah, Pelajar Dilarang Ikut Demo Hari Ini

34
ilustrasi-antara

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Bogor mengeluarkan surat imbauan untuk siswa SMA di Kota Bogor dan Depok agar tidak terlibat aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Surat itu dikirim kepada kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK di Kota Bogor dan Depok.

Kasi Pengawasan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Irman Khaeruman membenarkan, pihaknya mengeluarkan surat imbauan agar pelajar SMK-SMA di Depok tidak ikut demo ke Jakarta.

“Itu betul, (surat imbauan tidak ikut aksi demo) surat sudah dikirimkan ke kepala-kepala sekolah, ke pengawas SMA-SMK baik negeri maupun swasta di Bogor dan Depok. Surat itu sifatnya imbauan yah,” ujarnya, kemarin.

Irman menjelaskan, surat imbauan itu dikirim agar pelajar SMA/SMK di Jawa Barat tetap fokus pada pendidikan. KCD tidak ingin pelajar terprovokasi sehingga terlibat kekerasan

“Kami khawatir yang terjadi di 2019 terulang kembali. Intinya itu aja, kami bercermin ke sana saja. Karena yang namanya anak-anak siswa kan labil, khawatir terprovokasi, akhirnya mereka ikut-ikutan bukan dalam posisi yang sesuai amanat undang-undang, tapi justru khawatir terlibat kekerasan, anarkis, itu yang kami tidak harapkan,” katanya.

Irman menyebut surat imbauan didasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Permendikbud nomor 2 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan serta Undang-Undang nomor 30 tahun 2017 tentang pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Ini sifatnya imbauan yah. Intinya begini, pada prinsipnya kami ingin menyelamatkan anak-anak didik, kami justru menjaga stabilitas yang ada di dunia pendidikan di SMA/SMK, termasuk keselamatan anak-anak kami, karena mereka juga bagian dari anak-anak kami,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here