Riset Setara Institute Ditolak, Umat Kristiani Merasa Nyaman & Penuh Toleransi Tinggal di Depok

1602
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Mantan Ketua Forum Komunikasi Komunitas Kristen Kota Depok, Bernhard menegaskan tidak benar jika Kota Depok disebut sebagai kota intoleran.

“Pernyataan dan hasil penelitian Setara Institute tersebut tidak berdasarkan keadaan realitas masyarakat Kota Depok yang selama ini kehidupan antar umat beragama cukup toleran dan saling menghormati,” ujar Bernhard kepada jurnaldepok.id, Sabtu (09/04).

Tak hanya itu, sambungnya, kebijakan publik Pemerintah Kota Depok selama ini menunjukkan tidak adanya diskriminatif.

“Pemerintah Kota Depok juga telah menunjukkan akomodatif terhadap kelompok minoritas seperti kebijakan mengalokasikan anggaran untuk honor pembimbing rohani seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu dan Budha,” paparnya.

Anggota DPRD Depok periode 2014-2019 itu pun menilai, dalam kehidupan beribadah, tidak pernah ada tekanan dari aparatur pemerintah daerah.

“Kebebasan menjalankan ibadah oleh kelompok minoritas dijamin oleh Pemerintah Kota Depok,” jelasnya.

Begitu juga, lanjutnya, ditingkatkat arus bawah kerukunan hidup diantara sesama warga cukup baik dan toleransi baik dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan.

“Ini membuktikan Kota Depok sebagai kota dengan masyarakatnya yang pluralistik hidup berdampingan secara damai. Riset Setara Insitute yang menyatakan Depok sebagai kota intoleran harus ditolak dan tidak beralasan secara social,” ungkapnya yang juga menjabat Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Politik Kota.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, bahwa dirinya tidak melihat sikap intoleransi dari Pemerintah Kota Depok dan masyarakat seperti yang disebut sebuah lembaga riset minggu lalu.

“Kami tidak melihat itu (intoleran,red). Dalam pandangan saya orang Depok baik-baik dan toleran,” kata Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Rakyat Sawangan, Jumat (08/04).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu lalu meminta metode survei yang harus diklarifikasi.

“Saya doakan dimana saja khususnya di Jawa Barat semua realitanya di lapangan masyarakat yang toleran. Kalau ada yang terberitakan tentunya situasional tidak harus mencerminkan kesimpulan, karena kesimpulan itu terlalu premature,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here