Wow…Penderita Stunting di Depok Turun Drastis, Kini Tinggal 1.000 Anak

189
Ketua PKK didampingi camat dan lurah se Kecamatan Sawangan saat melepas Ocan Bananas

Sawangan | jurnaldepok.id
Ketua TP PKK Kota Depok, Hj Elly Farida mengungkapkan, sejak dilaunching empat bulan lalu, program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D’Stunting Menara) mampu menekan angka penderita stunting hingga 70 persen lebih.

“Hasil validasi beberapa bulan lalu penderita stunting di Depok sebanyak 3.000an. Alhamdulillah, dengan adanya program D’Stunting Menara sudah turun hingga angka 2.000an,” ujar Elly kepada Jurnal Depok, Kamis (07/04).

Namun begitu, pihaknya akan mengkroscek kembali jumlah tersebut ke Dinas Kesehatan serta puskesmas-puskesmas yang ada di Depok.

“Target penyelesaian stunting ini kan satu tahun dengan 600 kegiatan, kami menginginkan zero stunting. Kalaupun tahun ini sebuah rintisan, semoga tahun depan bisa dilanjutkan. Kami tetap waspada karena Depok ini tingkat migrasinya cukup tinggi dengan pendatang baru,” paparnya.

Pernyataan itu diungkapkan Bunda Elly saat melepas Ojek Cantik Pembawa Makanan Anak Stunting (Ocan Bananas) di halaman Kantor Kecamatan Sawangan.

Ia menambahkan, bahwa program tersebut sudah berjalan di 10 kecamatan dan tersisa satu kecamatan lagi yakni Cipayung.

“Ini program spontan, berangkat dari keprihatinan. Tapi Alhamdulillah berkat pemahaman bahwa ini tugas bersama dapat membantu camat dan lurah di wilayah. Awalnya yang terbanyak penderita stunting yakni Bojongsari, Sawangan dan Tapos. Semua sudah bergerak dan angkanya mengalami penurunan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepada camat dan lurah di wilayah tugasnya yang mampu bergerak membangun kolaborasi dengan dermawan untuk menangani kasus stunting.

Camat Sawangan, Anwar Nasihin mengatakan, data awal penderita stunting di wilayahnya mencapai 920 anak. Namun, setelah dilakukan tindakkan dengan memberikan asupan makanan bergizi, kini tinggal 592 anak.

“Kami terus intervensi dengan asupan makanan bergizi selama dua bulan, Alhamdulillah jumlahnya sudah menurun. Kami berharap dalam satu atau dua bulan kedepan bisa turun lagi, karena target kami tiga bulan bisa selesai,” tandasnya.

Dikatakan Anwar, pemberian makanan bergizi bagi penderita stunting berasal dari kecamatan, kelurahan dan donator di wilayah.

“Kami antarkan makanan bergizi sekaligus para kader memberikan edukasi kepada orang tua anak, agar pertumbuhannya terpantau. Tidak hanya makanan, tapi pola hidup dan gizinya kami pantau. Paling banyak Sawangan Baru tapi kini sudah berkurang, paling sedikit Kelurahan Kedaung 45 anak,” jelasnya.

Dengan menggunakan sepeda motor, puluhan kader PKK yang berasal dari tujuh kelurahan mengantarkan makanan bergizi kepada anak penderita stunting di wilayah masing-masing. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here