Stok Melimpah, BPKN Desak Pemerintah Kembalikan Harga Minyak Goreng Sesuai HET

95
BPKN usai menggelar rapat koordinasi

Laporan: Aji Hendro
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia menilai pasokan minyak goreng (Migor) aman dan konsumen meminta agar harganya tidak terlalu mahal atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Anggota Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN RI, Arief Safari kepada wartawan mengatakan, BPKN RI menyikapi tingginya harga minyak goreng di Indonesia yang menjadi sorotan sejak kuartal keempat tahun 2021 hingga awal kuartal pertama 2022 dengan melakukan isu aktual kecukupan ketersediaan minyak goreng yang dilakukan pada bulan Maret 2022.

“Kami anggota Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN RI, menyatakan bahwa BPKN RI telah mengangkat isu minyak goreng ini karena termasuk meresahkan masyarakat, bersifat aktual, perlu penanganan yang cepat dari otoritas dan bersifat sporadis,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, apalagi minyak goreng merupakan salah satu Kebutuhan Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan komoditas strategis industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan ketersediaannya memiliki peran penting bagi aspek sosial dan ekonomi.

“Kami BPKN RI telah melakukan diskusi terbatas dengan beberapa stakeholder seperti Kementerian Perdagangan, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan akademisi,” katanya.

Berdasarkan hasil diskusi tersebut, disimpulkan bahwa dari sisi suplai, ketersediaan minyak goreng dalam negeri sebenarnya cukup memadai untuk memenuhi konsumsi masyarakat pada kisaran 11 hingga 12 liter per kapita per tahun dengan total kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,8 juta kilo liter (25,8% dari produksi dalam negeri).

“Namun ternyata, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng. Jika tersedia, harus dibayar dengan harga yang cukup tinggi atau sulit untuk diperoleh seiring pemberlakuan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah,” paparnya.

Dikatakannya, beberapa regulasi untuk mengatur harga dan distribusi minyak goreng telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Berkaitan dengan kebijakan HET, sebelumnya untuk minyak goreng diatur Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2022 terbagi dalam beberapa kategori berikut Rp. 11.500,-/Liter untuk minyak goreng curah; Rp 13.500,-/Liter untuk minyak goreng kemasan sederhana; dan Rp. 14.000,-/Liter untuk minyak goreng kemasan premium.

Peraturan tersebut pada kenyataannya berdampak pada kelangkaan stok MGS kemasan dan curah di pasar. Namun, setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2022, MGS mulai kembali beredar di pasar dengan kenaikan harga MGS curah sebesar Rp 14.000,/Liter atau naik sekitar 21,7% dari HET sebelumnya dan kenaikan harga MGS kemasan Rp 24.500/Liter atau naik sekitar 71,4% dari HET sebelumnya.

Kenaikan tersebut tidak lain disebabkan karena Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2022 tidak mengatur HET untuk MGS kemasan dan melepaskan ketentuan harga dengan mekanisme pasar.

“Selanjutnya, BPKN RI juga telah melakukan survei kepada 65 responden konsumen minyak goreng yang menyimpulkan bahwa responden membeli minyak goreng secara kemasan di supermarket/minimarket (86%) dengan rata-rata sebanyak 3-4 kg/bulan (48%) dengan harga mencapai Rp 48.000/2 liter, dan harga tersebut dianggap terlalu tinggi untuk harga eceran pada saat ini,”katanya.

Kesanggupan konsumen untuk harga minyak goreng pada saat ini adalah sekitar Rp.14.000 –15.000/liter, atau sesuai harga HET minyak goreng dalam kemasan yang ditetapkan oleh Pemerintah sebelumnya.

“Sebagai masukan responden kepada pemerintah adalah harga sebaiknya dikembalikan ke HET sebelumnya dan atau harga minyak goreng harus tetap ditetapkan oleh pemerintah, jangan dilepaskan ke harga pasar, mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan dasar,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Rizal E. Halim selaku Ketua BPKN RI menyampaikan hasil
kajian yang menjadi rekomendasi kepada Presiden.

“Pertama perlunya pemerintah melalui presiden agar menetapkan HET minyak goreng Rp 11.500,-/liter untuk minyak goreng curah; Rp. 13.500,-/liter untuk minyak goreng kemasan sederhana; dan Rp. 14.000,-/liter,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here