Gubernur Jawa Barat Tak Terima Depok Disebut Sebagai Kota Intoleran, Ini Alasannya

432
Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil disaksikan Wali Kota Depok dan Wali Kota Bogor saat meresmikan Pasar Rakyat Sawangan

Sawangan | jurnaldepok.id
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, bahwa dirinya tidak melihat sikap intoleransi dari Pemerintah Kota Depok dan masyarakat seperti yang disebut sebuah lembaga riset minggu lalu.

“Kami tidak melihat itu (intoleran,red). Dalam pandangan saya orang Depok baik-baik dan toleran,” ujar Ridwan Kamil saat meresmikan Pasar Rakyat Sawangan, Jumat (08/04).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu lalu meminta metode survei yang harus diklarifikasi.

“Saya doakan dimana saja khususnya di Jawa Barat semua realitanya di lapangan masyarakat yang toleran. Kalau ada yang terberitakan tentunya situasional tidak harus mencerminkan kesimpulan, karena kesimpulan itu terlalu premature,” paparnya.

Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penilaian gubernur itu dilihat dari sisi realitas dikarenakan setiap pembangunan rumah ibadah dilaporkannya kepada gubernur.

“Misalnya pembangunan gereja atu rumah ibadah kami laporkan, yang belum ada di Depok itu rumah ibadah agama Budha karena ada peraturan-peraturan tertentu yang mereka harus wujudkan, sehingga sampai saat ini belum bisa, kalau support kami sudah siap. Kalau rumah ibadah agama lain tidak ada masalah, selama FKUB merekomendasi dan ini sudah disepakati secara nasional, jadi tidak ada tekanan semacam itu,” tanggapnya.

Idris kembali menanyakan apa yang dimaksud dengan intoleran.

“Kalau ada masalah hukum, kami juga sudah beberapa kali digugat tetang penyegelan Ahmadiyah misalnya, bahkan sudah disurati dan kami sudah menjawab. Jangan sampai ada satu kasus lalu Depok digeneralisir sebagai kota intoleran,” tegasnya.

Secara ilmiah, sambungnya, Depok juga sudah dilakukan survei oleh lembaga dari UI pada 2017-2018 dan 2019 dibawah pimpinan Chusnul Mar’iyah.

“Sementara hasil survei Bu Chusnul dan teman-teman UI meyebut Depok sebagai kota yang cukup toleran. Dari sisi ilmiah kan ini jelas ambigu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here