Tawuran Salah Sasaran Pemuda di Bojonggede Tewas, 10 Pelaku Diringkus Polisi

461
Ilustrasi

Bojonggede | jurnaldepok.id
Aksi tawuran kembali terjadi di wilayah hukum Polres Metro Depok yakni di daerah Kampung Kelapa, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Minggu (27/3). Dimana dua orang warga terluka bacok senjata tajam dan satu orang lagi meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan salah satu korban yang terkena bacok namun selamat, M alias Lanang (17) menceritakan kronologis kejadian.

Ia mengungkapkan, sekitar pukul 03.30 WIB tawuran antar kelompok kampung terjadi di Jalan Raya Kp Kelapa. Pada saat kejadian kedua korban sedang nongkrong di sebuah warung tidak jauh dari lapangan Baba Ndu RT 05.

“Kami tidak mau tawuran hanya diajak sama salah satu warga dari kelompok yang bertikai untuk nonton tawuran. Namun saat kami berdua tengah nongkrong, tanpa sebab kelompok pelaku dari arah turunan jalan langsung menghampiri kami dengan dibacok-bacokin menggunakan senjata tajam jenis celurit,” ujarnya, kemarin.

Lanang menyebutkan, temannya terkena tiga kali sabetan celurit pelaku. Hal itu diketahui ketika mereka menyambangi rumah korban lainnya yaitu ZA, atau akrab disapa Madoy di Gang Samudra tidak jauh dari lokasi kejadian.

Akibat dari luka bacokan celurit oleh pelaku di lengan tangan kiri, ia harus mengalami cacat permanen akibat syaraf putus.

“Pelaku yang menyerang kami salah sasaran, mereka mencari musuhnya dari warga lain namun pada saat kejadian kebetulan yang ada kami berdua, kami dianggap sebagai lawan mereka dan habis-habisan dibacok menggunakan celurit,” tambahnya.

Luka sobek Lanang di tangan kiri dan bawah ketiak tangan kanannya harus banyak memakan jahitan operasi. Dimana, luka di lengan tangan sebelah kiri total ada sebanyak 22 jahitan sedangkan untuk di ketiak hanya delapan jahitan saja.

Dampak bacokan di tangannya itu, ada syaraf yang terputus sehingga sekarang sudah tidak dapat digerakan sama sekali. Perawatan ditangani dokter UGD RS Citama Pabuaran Bojonggede.

Pada waktu kejadian, Lanang terluka lantaran mencoba menangkis celurit pelaku yang dibacokan membabi buta ke arah Madoy.

“Setelah melihat Madoy sudah tidak berdaya akibat terluka dibagian kepala, kami mencoba mencari pertolongan warga, kebetulan tidak jauh dari rumah salah satu warga langsung warga menolong dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Meski sempat bertahan selama sekitar 18 jam lamanya untuk berjuang hidup, Za alias Madoy putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Ahmadi dan Almh Muliyanah (52), akhirnya Madoy meregang nyawa di pelayanan UGD RSUD Cibinong.

“Setelah sempat dirujuk tiga rumah sakit karena keterbatasan alat, akhirnya sekitar pukul 19.52 WIB kami mendapat kabar Madoy meninggal dunia,” katanya.

Dalam kejadian ini, lanjut Ray, pihak kepolisian Polres Metro Depok khususnya Polsek Bojonggede dapat segera menangkap pelaku.

“Keinginan dari keluarga hukuman setimpal yang patut diterima adalah nyawa dibalas dengan nyawa atau dihukum setimpal sesuai perbuatan yang telah menghilangkan nyawa orang lain,” terangnya.

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto menegaskan setelah kejadian kurang dari 1×24 jam para pelaku berjumlah sekitar 10 orang berhasil ditangkap.

“Kasusnya ditangani oleh Polres. Sedangkan untuk para pelaku semua diserahkan ke Polres termasuk barang bukti sejumlah senjata tajam,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here