Satpol PP Kehabisan Kesabaran, PKL Arif Rahman Hakim Siap-siap Digusur

183
Satpol PP saat mengirimkan surat peringatan kepada PKL

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Satpol PP Kota Depok memberi ultimatum kepada para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Sejajar Rel sekitar Pasar Kemiri Muka dan yang berada di bawah Fly Over Jalan Arif Rahman Hakim bagian timur.

Komandan Tim Garuda 2 Satpol PP Kota Depok, Sumarta mengatakan, ada 281 PKL yang diberi surat peringatan kedua mayoritas PKL itu merupakan penjual sayur.

“Kemarin kami memberikan SP kedua kepada kurang lebih 281 PKL dari flyover sampai penumpukan sampah sejajar rel,” ujar Sumarta, kemarin.

Dia mengatakan, surat peringatan pertama telah diberikan pada 16 Maret lalu dan hingga kini masih ada PKL yang membandel.

“Sampai saat ini pedagang masih berjualan pada badan jalan, di atas saluran air jalan masuk Pasar Kemiri Muka (sejajar rel) dan area lain yang merupakan fasilitas umum Pemkot Depok di wilayah timur flyover Arif Rahman Hakim,” tuturnya.

Pihaknya meminta pedagang menghentikan kegiatan dalam waktu tiga hari. Apabila tak dipatuhi, Satpol PP bakal melakukan tindakan tegas.

“Kami minta agar para pedagang segera menghentikan kegiatan berjualan serta membongkar lapak secara sukarela dalam waktu 3×24 jam sejak surat peringatan ini diterima,” katanya.

Dia mengatakan para PKL itu melanggar Pasal 14 ayat (1) dan (2) Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Sebanyak 10 pelanggar Peraturan Daerah(Perda) menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri(PN) Depok, pada (24/03). Mereka melakukan pelanggaran terhadap Perda Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pelanggar yang mengikuti sidang tipiring merupakan Pedagang Kaki Lima(PKL) yang ditertibkan. Para PKL kedapatan berjualan di bahu jalan dan trotoar di Jalan Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

“Ada 10 pelanggar yang ikut tipiring setelah berhasil kami tertibkan,” jelasnya.

Lienda berharap, sidang tipiring ini dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar. Tentunya sebagai langkah untuk menciptakan Kota Depok yang aman dan kondusif. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here