Disurvei PKS Imam Menang, Disusul Bunda Elly Tapi Nama SS, QL dan Farabi Tak Ada

240
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris berada diposisi pertama dalam hasil survei internal PKS Kota Depok yang dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Barat.

Ketua DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan itu kepada wartawan saat kegiatan Rakerda PKS di kawasan Margonda, Kecamatan Beji.

“Nama lainnya ada Netty Prasetiyani Heryawan dan ada beberapa nama dengan jumlah beberapa persen sehingga tidak terlihat dalam hasil survei. Sementara untuk survei calon Wali Kota Depok pada tahun 2024 ada nama dirinya,” ujar Imam, kemarin.

Dikatakannya, survey dilakukan dengan melibatkan 1.226 responden dari kader internal PKS. Dimana, didapatkan untuk calon Wali Kota Depok pada pemilu 2024 mendatang dengan perolehan suara mencapai 64,2 persen.

“Sebagai calon kuat kandidat calon Wali Kota dalam hasil survey internal sudah pasti secara kebijakan akan mempertahankan sebagai kepala daerah Depok,” paparnya.

Nama lainnya yang muncul dalam survei untuk Wali Kota Depok yakni istri Wali Kota Depok, Hj Elly Farida dan nama lainnya dengan persentase kecil sehingga tidak terlihat dalam survei.

Sementara nama-nama diluar eksternal PKS Imam menyatakan, tidak ada nama-namanya karena tidak terlihat dalam survei. Padahal sebelumnya, nama Sekda Pemkot Depok, Supian Suri (SS), Ketua DPP PPP, Hj Qonita Lutfiyah (QL) dan Ketua DPD Golkar Depok, Farabi Arafiq paling dijagokan untuk mendampingi Imam di Pilkada Depok 2024 mendatang.

“Nama-nama di luar eksternal kami lihat engak ada, prosentasenya kecil,”katanya.

Sebagai Ketua DPD PKS Kota Depok, Imam akan menjaga kepercayaan para kader serta kesehatan dari sisi elektabilitas dalam mempersiapkan momentum Pilkada 2024.

Selain itu untuk progres 2024, Imam menuturkan dalam pengkaderan baru untuk kartu tanda anggota (KTA) PKS sudah mencapai 15.925 keanggotaan baru.

“Target kami dalam KTA PKS mencapai 45.000 keanggotaan, terdiri dari berbagai kalangan milenial,” ungkapnya.

Bagi keanggotaan milenial ini, kata dia, sebagai sosialisasi pendidikan politik dalam menghadapi segala permasalahan anak muda mulai dari kesenangan, hobi, musik, kesenian dan kreatifitas anak muda dapat ikut dalam perkembangan politik.

Namun yang terpenting, sambungnya, maju atau tidaknya dirinya pada Pilkada 2024 sebagai Wali Kota Depok, ditentukan oleh partai dalam hal ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

Jika partai tidak menunjuk atau tidak merestui dirinya maju sebagai calon Wali Kota Depok, maka tak memerlukan lagi suara-suara dari luar partai yang mungkin menginginkan dirinya bertarung di Pilkada Depok pada 2024 mendatang.

“Tapi kalau internal oke, ya saya harus menarik hati warga Depok supaya mendukung,”katanya.

Rapat Kerja Daerah (Rakerda), DPD PKS Kota Depok bisa dipastikan dapat meningkatkan suhu politik di Kota Depok.

Dikatakannya, Rakerda merupakan amanah dari DPP, dari Rakernas (Rapat Kerja Nasional) kemudian sepekan kemarin Rakerwil (Rapat Kerja Wilayah) Jawa Barat, sekarang turun ke Rakerda di daerah-daerah, termasuk di dalamnya Rakerda DPD PKS Kota Depok.

“Kami juga melakukan pelantikan dewan pakar, diskusi panel ‘Pemuda Kreatif’, presentasi hasil survei, pentas seni dan marching band serta pengumuman hasil undian pendaftaran KTA PKS,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dewan Pakar PKS saat ini ditempati olekh Raja Gas, H Yahman Setiawan, Kombes (Purn) Dramayadi dan beberapa nama besar lainnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here