Berani Lapor ke Polisi, Kementerian PPPA Beri Penghargaan Kepada Ibu Korban Tindak Asusila

50
Menteri PPPA bersama Kadis DPAPMK Depok dan tim pengacara saat menyerahkan penghargaan kepada ibu korban

Margonda | jurnaldepok.id
DH, seorang ibu yang melaporkan suaminya karena melakukan tindakan asusila kepada anak kandungnya sendiri mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia.

“Penghargaan ‘Perempuan Berani Bersuara’ oleh Kemen PPPA ini diberikan dalam rangka International Women’s Day yang diperingati setiap tanggal 8 Maret, sekaligus launching lagu SAPA 129,” ujar DH yang hadir dalam acara penghargaan tersebut didampingi Francine Widjojo mewakili LBH PSI, Kepala Dinas dalam keterangan tertulis,” ujarnya, kemarin.

Dirinya mengaku terharu dan tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan tersebut.

“Awal niatnya mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya bagi anak saya yang menjadi korban dan mengalami trauma. Berharap pelaku mendapatkan hukuman maksimal. Terima kasih atas atensi pemerintah, khususnya Bu Menteri PPPA dan jajarannya, Pemkot Depok, Kepolisian pada kasus kekerasan seksual yang menimpa anak saya,”katanya.

Selain itu kekerasan seksual terhadap anaknya yang masih di bawah umur dengan ancaman senjata tajam oleh ayah kandungnya dilaporkan DH di Polres Metro Depok tanggal 26 Februari 2022 dengan nomor laporan LP/B/507/II/2022/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA.

“Terima kasih juga untuk penanganan baik dan cepat dari Polres Metro Depok. Juga apresiasi atas penghargaan dari Ibu Bintang selaku Menteri PPPA kepada ibu korban. Semoga bisa menginspirasi agar perempuan berani melaporkan kekerasan seksual yang dilihat maupun dialaminya. Korban dan keluarganya saat ini aman walau tidak pernah berada di rumah aman,” ucap Francine, kuasa hukum korban dalam keterangan tertulisnya.

Pendampingan hukum kasus kekerasan seksual ini ditangani oleh Rian Ernest dan Francine Widjojo dari DPP LBH PSI serta didampingi Dhita Wedhayanti dari Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak (KSPPA) PSI Kota Depok.

“Kami menyampaikan aspirasi kami langsung kepada Ibu Bintang agar pendampingan hukum LBH PSI dapat bersinergi baik dengan bantuan dan pendampingan dari pemerintah. Juga menyampaikan harapan PSI agar RUU TPKS segera disahkan,” tambah Francine.

Diberitakan sebelumnya, seorang ayah kandung A (49) memperkosa anak kandungnya yang berusia 11 tahun. Pelaku melakukan perbuatan bejatnya itu dengan ancaman akan membunuh adik-adik korban.

“Diancam pakai golok dan pisau, diancam mau dibunuh adik-adiknya,” kata DH.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Nessi Annisa Handari megatakan, Pemkot Depok melakukan upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dengan penguatan ketahanan keluarga.

“Penguatan ketahanan keluarga dilakukan untuk menekan angka kenaikan kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here