Alahmdulillah…Covid-19 Melemah, Ibadah Ramadhan Dipastikan Aman & Aturan Dilonggarkan

40
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Warga Kota Depok dapat menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini dengan tenang. Pasalnya, Covid-19 di kota berjuluk Sejuta Belimbing ini sudah melemah.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, saat ini Depok masih berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

“Memang tetap ada pembatasan, namun tidak menghalangi ibadah bulan Ramadhan, baik itu Shalat Trawih, Shalat Ied dan lainnya. Misalnya penggunaan masker, Insya Allah enggak mengganggu ibadah, jadi enggak usah merasa terganggu ibadah Ramadhan dengan PPKM level berapa pun,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Kecuali, sambungnya, jika nanti ada pelarangan itu pun statusnya jika Depok masuk dalam Level 4 maka kegiatan ibadah apapun dilarang secara berjamaah.

“Di beberapa wilayah memang sudah ditiadakan untuk shalat di rumah ibadah maupun kebaktian, jika Level 4. Sampai awal Ramadhan besok Depok masih Level 2. Level 2 ini kapasitas masjid 70 persen, itu bisa dihitung dengan cara penggunaan satu sajadah untuk satu jamaah dan harus bermasker,” paparnya.

Idris optimistis, selama Ramadhan nanti Depok bisa kembali ke Level 1. Namun hal itu harus dihitung secara normatif teori capaian vaksinasi.

“Vaksinasi ketiga (bosster) ini menjadi ukuran juga, Kota Depok saat ini baru mencapai 19%. Begitu juga lansia, dosis satunya sudah tercapai hampir 80% dan dosis dua 67%. Dari pandangan epidemiologi dari satgas belum bisa, harus mencapai 70% minimal,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis per tanggal 23 Maret 2022, terjadi penuruanan yang signifikan pada kasus konfirmasi aktif dan kenaikan pada kasus sembuh.

Pada hari kemarin terdapat penurunan 1.497 kasus konfirmasi aktif dari hari sebelumnya. Sementara itu, sebanyak 1.700 pasien sembuh dengan demikian, totalnya menjadi 155.914 orang atau 96,37%

Sedangkan, kasus konfirmasi positif bertambah 203 kasus. Dengan demikian, totalnya menjadi 161.782 kasus.

Untuk suspek aktif 0 kasus, kontak erat aktif turun 8 kasus menjadi 546 kasus. Serta pasien probabel aktif, 0 kasus atau tidak ada.

Pada data tersebut tidak terdapat kasus pasien meninggal. Dengan demikian, total keseluruhan tetap 2.218 orang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here