Kasus Covid-19 Melandai, Pemkot Siapkan 92 Tempat Tidur untuk Isolasi Terpusat

44
Wali Kota Depok didampingi Kadinkes dan Kadis Rumkim saat meninjau RSUD Tapos

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Meskipun kasus Covid-19 saat ini sudah melandai, namun Pemerintah Kota Depok tetap mengantisipasi dengan menyiapkan puluhan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tapos.

“Aturan ketentuan Inmendagri mengatakan kalau positivity rate nya di atas 5% harus dilakukan isolasi terpusat (isoter), memang ditentukan begitu. Depok saat ini kan posisinya masih 12% positivity rate nya, nanti kalau sudah dibawah itu misalnya 4,7% itu sudah enggak wajib (isoter,red),” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (23/03).

Ia menamabahkan, untuk pemanfaatan RSUD wilayah Timur yang berada di Tapos saat ini sudah siap jika hanya untuk isoter.

“Tapi kalau untuk pemanfaatan RSUD Type C nya belum siap, bukan bangunannya yang belum siap, kalau bangunannya sudah siap 100%. Yang belum siap adalah alkes dan SDM nya. Untuk isolasi terpusat saja kami rekrut 10 perawat susah banget, karena perawat untuk isolasi covid kan, jadi enggak mudah, karena seorang perawat harus memiliki sertifikat,” paparnya.

Dikatakan Idris, untuk isolasi terpusat di RSUD Timur pihaknya menyiapkan 92 tempat tidur atau dua kali lipat dari Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia yang dijadikan tempat isolasi.

Sementara, kata dia, saat ini ada aturan dari Menteri untuk RSUD Type C minimal harus memiliki 100 tempat tidur.

“Dengan adanya isoter ini kami terbantu, nanti setelah pandemi berakhir bisa dimanfaatkan untuk RSUD pada umumnya, jadi tinggal nambah delapn tempat tidur. Namun harus juga dilengkapi ICU dan UGD nya harus repersentatif,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya msih kesulitan untuk meniakkan RSUD Sawangan menjadi Type B dikarenakan syarat tempat tidurnya harus 800, sementara saat ini baru tersedia 200 tempat tidur.

“Makanya kami minta ditambah lagi kapasitasnya dengan melanjutkan pembangunan gedung yang sempat bermasalah. Kami telah minta kejaksaan untuk diselesaikan, Alhamdulillah mudah-mudahan di 2023 bisa dibangun lagi sekitar enam lantai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here