Dicalonin jadi Gubernur Jabar, Idris Bilang EGP, Ternyata Ini Alasannya

154
Wali Kota Depok saat memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus MUI Pancoran Mas

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Niat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok untuk mencalonkan dan mengusung Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024 mendatang nampaknya harus pupus.

Untuk sementara, kiai jebolan Pondok Pesantren Darussalam gontor itu lebih memilih diam dan terkesan belum siap untuk dicalonkan menjadi Jabar 1.

“EGP (Emang Gue Pikirin,red),” ujar Idris ketika menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (23/03).

Idris yang meraih gelar doktornya di Saudi Arabia saat ini tengah focus pada program kerja dan penyelesaian janji kampanye yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dimana, pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) minggu lalu, Idris mengungkapkan beberapa kegiatan pembangunan di tahun 2023 mendatang yang salah satunya memuat janji kampanye Idris-Imam pada pilkada 2020 lalu.

Idris mengatakan, pembangunan pada 2023 dalam peningkatan infrastruktur dasar perkotaan seperti penyelesaian penataan jalur pedestrian Jalan Margonda Raya, penataan jalur pedistrian Jalan M. Yassin, penataan beberapa simpang diantaranya area simpang Sengon yang terintegrasi dengan Kali Cabang Tengah.

“Pengadaan lahan untuk penataan simpang Abdul Wahab dan Simpang RTM-M.Yassin, pengadaan lahan untuk Jalan Cipayung-Pasir Putih dan Jalan Bungur Raya, pengadaan lahan pada simpul transportasi Stasiun Pondok Rajeg, pembangunan sub-terminal type C Sawangan dan pembangunan infrastruktur lainnya,” ungkapnya.

Beberapa pembangunan infrastruktur yang diusulkan ke Provinsi Jawa Barat, kata dia, seperti Alun-Alun Wilayah Barat, Masjid Margonda Raya dan Creative Hub.

Selain itu, terdapat program pemenuhan janji seperti pencapaian 1.750 pegusaha baru/star up, 350 perempuan pengusaha, insentif guru honorer dan swasta, insentif pembimbing rohani semua agama, peningkatan insentif RT/RW/LPM, pembangunan 3 lokasi pusat olahraga dan UMKM.

“Pembangunan Alun-Alun dan Taman Kota, Wifi pada tingkat RW, pembangunan Posyandu dan pengadaan lahan, pembangunan sekolah/madrasah pada wilayah kecamatan prioritas dan pengadaan lahan sekolah baru, program Kartu Depok Sejahtera (KDS),” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Imam Budi Hartono menyatakan kesiapannya untuk mengusung Wali Kota Depok, Mohammad Idris maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat di pilgub 2024 mendatang.

“Jika hasil survei Bapak Mohammad Idris bagus, maka kami harus dukung. Kami akan rekomendasikan ke DPP untuk jadi Gubernur Jawa Barat, tinggal DPP setuju atau tidak dan yang bersangkutan setuju atau tidak,” ujar Imam kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, meskipun ada gelagat tidak mau dari Idris, namun jika sudah keputusan dewan syuro dan keputusan partai, mau tidak mau yang bersangkutan harus mendapat pertimbangan.

“PKS siap memberikan tiket kepada siapapun, baik internal maupun eksternal, termasuk Pak Idris. Enggak harus internal, eksternal pun bisa. Contoh di pilpres 2019 lalu Prabowo-Sandi kan tidak ada kader PKS nya, awalnya ingin jadi wakil presiden kan mundur, akhirnya Bang Sandi,” paparnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, nama Mohammad Idris saat ini masih menjadi yang teratas hasil survei intenal PKS diikuti dirinya.

“Kami secara rutin melakukan survei setiap enam bulan sekali, bukan sekedar elektabilitas tapi juga popularitas dari tokoh-tokoh PKS termasuk anggota dewan dari PKS. Jika hasilnya lebih ngetop dari dewan parati lain, maka kami lakukan evaluasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here