Rumahnya Rusak Akibat Tower BTS Roboh, Dua Kepala Keluarga Masih Mengungsi

34
aparat kepolisian saat melakukan olah TKP

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Dua Kepala Keluarga di RT 02/ 20 Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, masih mengungsi paska rumah kontrakannya tertimpa tower BTS yang roboh.

“Ya kami dan anak-anak masih mengungsi ke tempat aman, rumah kontrakan masih rusak,” ujar Irma, salah satu warga yang rumah kontrakannya tertimpa tower BTS, kemarin.

Saat kejadian, kata dia, anaknya sedang bersantai di kasur ruang tengah. Sedangkan suaminya menonton televisi di ruang depan. Menara telekomunikasi tersebut jatuh tepat di belakang kontrakan kosong yang terletak di deretan paling ujung.

“Anak saya 13 tahun di kasur main HP, terus tiba-tiba gabruk aja, dia cuma bengong aja udah. Suami lagi di depan TV lagi duduk habis dari belakang tiba-tiba jatuh. Alhamdulillah enggak apa-apa,”katanya.

Irma pun memutuskan mengungsi terlebih dahulu sampai kondisi rumahnya mulai membaik.

Kasie Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kota Depok, Tesy menambahkan, robohnya menara BTS diduga murni kecelakaan.

“Ini kecelakaan murni kalau saya melihatnya, karena saya lihat seperti itu. Kondisi dikembalikan lagi ke maintenance-nya ya. Penyebab kami tidak bisa prediksi, korban tidak ada, pemiliknya syok saja,” ungkapnya.

Adapun kerusakan paling parah, kata dia, terjadi di kontrakan paling ujung yang tak berpenghuni. Sedangkan untuk kontrakan yang ditinggali, kerusakan ditaksir mencapai 60 persen.

“Yang paling parah itu memang kerusakan 70-80 persen kontrakan yang paling ujung. Tapi untuk sebelah kirinya itu dia sekitar 60 persen,”katanya.

Sebelumnya, dua rumah di lingkungan RT 02/20 RT 02/20 Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, rusak akibat tertimpa tower BTS yang ambruk pada, Senin (21/3).

Salah satu saksi mata, Moza kepada wartawan mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di ruang tengah rumahnya sambil bermain handphone.

“Saya lagi main handphone diruang tengah sambil tidur-tiduran. Terus ada suara, suaranya itu kaya suara kucing diatas plafon tapi suaranya kenceng banget,” jelasnya.

Mendengar adanya suara gemuruh, dia langsung bergegas mencari suara gemuruh tersebut.

“Saya kaget karena atap rumah jebol. Runtuhan tembok juga memenuhi ruang tengah kontrakannya, lalu saya keluar rumah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here