PKS Gelar Survei, SS, QL dan Farabi Berpeluang Dampingi Imam di Pilkada Depok 2024

367
Ketua DPD PKS didampingi Sekum saat menggelar media gatehering

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Imam Budi Hartono menyatakan kesiapannya jika nanti di pilkada Depok 2024 dirinya dicalonkan untuk menjadi Wali Kota Depok periode 2024-2029.

“Karena sudah terjun ke politik, mau gak mau harus siap. Tapi itu semua harus memiliki tiket untuk maju baik dari kami (PKS,red) maupun partai lain,” ujar Imam saat menggelar media gathering di sebuah hotel di kawasan Margonda akhir pekan kemarin.

Atas kesiapan itu, Imam pun sejak dini rupanya tengah menelisik siapa calon pendamping dirinya di pilkada mendatang.

Ketika ditanya dengan tiga sosok politisi Depok yang kemungkinan kuat akan maju di pilkada mendatang yakni Ketua DPD Partai Golkar, Farabi Arafiq; Ketua DPP PPP, Hj Qonita Lutfiyah (QL) dan seorang birokrat yang kini menjabat Sekretaris Daerah Pemkot Depok, Supian Suri (SS); Imam pun memberikan penilaian secara khusus.

“Kalau Farabi sedari awal saya sudah dekat terlebih jelang pilkada kemarin, kebetulan saat itu saya berpeluang jadi wakil, dan enggak mungkin Farabi jadi wakil juga. Ibu Qonita merupakan seorang politisi yang dari sisi agamanya baik. Kalau Pak Sekda pasti karena ia menjadi sekda berarti orang yang terpilih di antara birokrat yang terbaik,” paparnya.

Namun ketika ditanya siapakah dari tiga orang itu yang akan dipilih menjadi pendampingnya nanti, Imam pun belum bisa menentukannya saat ini karena beberapa faktor.

“Salah satunya harus melihat suara PKS di pemilu 2024, kalau suara PKS mencukupi maka bebas memilih. Tapi kalau tidak mencukupi maka kami harus memilih di antara partai-partai lain (koalisi,red),” katanya.

Selain itu, sambungnya, setelah perolehan suara diraih, pihaknya akan menyerahkan kandidat bakal calon wali dan wakil wali kota ke DPP PKS.

“DPP jugalah yang nantinya akan menentukan siapa bakal calon wakilnya, jadi bukan ditentukan oleh DPD,” jelasnya.

Imam juga tak menapikan jika dirinya di pilkada mendatang bisa berdampingan dari kalangan birokrat.

“Semuanya memungkinkan, termasuk birokrat. Kalau kami menggandeng dari ekseternal, maka orang tersebut akan menjadi kader PKS,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Umum DPD PKS Depok, Hermanto mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan survei internal setiap enam bulan sekali.

“Itu rutin kami lakukan untuk melihat elektabilitas dan popularitas kader kami. Termasuk saat ini kami tengah melakukan survei terkait siapa calon wali kota, gubernur dan presiden dari internal PKS,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here