Wamen Pertanian Sebut Minyak Goreng Tak Langka, Awasi Aksi Penimbunan

44
Wakil Menteri Pertanian didampingi Wakil Wali Kota saat sidak di Pasar Agung

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menilai pasokan minyak goreng (Migor) tidak langka.

Dia menilai, kelangkaan minyak goreng terjadi karena adanya pergerakan internasional terhadap harga bahan pokok minyak sawit yang cukup tinggi.

“Kami rasa minyak goreng di pasaran tidak langka, ” ujar Harvick saat sidak di Pasar Agung, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

Ia pun meminta kepada Pemerintah Kota Depok mengawasi dan mencegah terjadinya penimbunan.

Berdasarkan data, kata dia, kebutuhan minyak goreng nasional berada diangka kurang lebih 5,9 juta ton. Sementara produksinya mencapai 6,7 juta ton.

“Berarti surplus sebenarnya, itu pun 20 persen dari total CPO (crude palm oil atau minyak sawit mentah) kita,”katanya.

Harusnya, lanjutnya, dengan perhitungan seperti itu, kelangkaan tidak terjadi. Akan tetapi kenyataannya kelangkaan minyak goreng terjadi akibat adanya pergerakan internasional terhadap harga bahan pokok minyak sawit yang cukup tinggi.

Sehingga hasilnya, kata dia, harus ada kiat-kiat dari pemerintah agar para pengusaha perkebunan swasta maupun pemerintah bisa bersinergi, dalam menyikapi persoalan yang datang bertubi-tubi alias timbul dan tenggelam mengenai masalah di tanah air utamanya kebutuhan pokok.

Presiden, dikatakan Harvick, telah menitipkan pesan kepadanya untuk disampaikan kepada masyarakat agar berprasangka baik terhadap pemerintah.

“Pemerintah tidak pernah ada keinginan memersulit, cuma memang kita harus bekerjasama dengan para stakeholder, para pengusaha, perkebunan sawit, distributor dan pedagang agar tidak ada penimbunan,” paparnya.

Harvick pun meminta kepada Pemerintah Kota Depok melakukan operasi pasar, untuk mengawasi polemik yang muncul sejak akhir 2021.

“Para pedagangnya juga jangan sampai ada penimbunan dan awasi pendistribusiannya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here