Survei Charta Politika Indonesia, Elektabilitas Ridwan Kamil Pepet Prabowo

46
Gubernur Jawa Barat (kanan) bersama Wali Kota Depok saat menunjukkan gambar Alun Alun Sawangan Bojongsari

Margonda | jurnaldepok.id
Lembaga survei Charta Politika Indonesia telah melakukan survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpin Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu dan yang digadang-gadang sebagai calon presiden (capres) 2024 nanti, kepuasan kinerjanya cukup fantastis yakni lebih dari 70 persen.

Sebaliknya kepuasan terhadap pemerintahan pusat di bawah Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi dibawah 70 persen, di mana 30,6 persen kurang puas dan tidak puas sama sekali.

“Masyarakat Jawa Barat lebih puas dengan kinerja pemerintah provinsi dibandingkan dengan pemerintah pusat,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya yang dirilis Rabu, (16/03).

Dikatakannya, survei ini mencoba membaca perilaku dan pilihan masyarakat terkait tiga aspek. Pertama, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat dan provinsi; kedua, pengetahuan pelaksanaan Pemilu 2024 dan wacana penundaan Pemilu dan ketiga, elektabilitas pemilihan gubernur, presiden dan partai politik.

“Tapi hanya di Jawa Barat, elektabilitas Ridwan Kamil menjadi kedua tertinggi yaitu 20,8 persen, meskipun yang jadi pilihan tertinggi responden di Jawa Barat adalah Prabowo dengan elektabilitas 24 persen,” jelasnya.

Dikatakannya, survei dilakukan 3-9 Februari 2022. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuisioner terstruktur.

Adapun metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pihaknya juga melakukan survei di Lampung yang melibatkan 800 responden dengan margin of error kurang lebih 3,46 persen.

“Di Jawa Barat melibatkan 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen. Terakhir, 1.210 responden di Jawa Timur dengan margin of error kurang lebih 2,82 persen,” katanya.

Dikatakan Yunarto, ketiga provinsi dipilih karena masyarakatnya cenderung tidak homogen dan jumlah penduduknya banyak.

“Nanti mungkin akan ada provinsi-provinsi lain,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here