Kasus Penggerebekan Gudang Minyak Goreng di Pasir Putih, Tiga Saksi Diperiksa

53
Inilah minyak goreng kemasan yang disita polisi

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Metro Depok memanggil tiga orang saksi terkait pengemasan ulang minyak goreng di sebuah gudang yang ada di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan mengatakan, tiga orang saksi yang telah diperiksa di antaranya adalah pemilik gudang, manager operasional hingga sopir yang mengantar minyak goreng kemasan ulang itu ke sejumlah toko.

“Sementara sudah kami periksa tiga orang saksi. Pemilik, kemudian manager operasional dan sopir yang biasa mengantar jemput barang ke lokasi barang tersebut diantar,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan panggilan terhadap suplier gudang kemasan ulang minyak goreng tersebut.

“Kami akan lakukan pemanggilan kalau tidak hari ini atau besok, terutama supliernya ya, harus kami pastikan,” paparnya.

Dia mengatakan, diduga pabrik pengemasan ulang minyak goreng ini melanggar undang-undang perdagangan dan perlindungan konsumen.

“Namun memang harus kami gali lagi terutama untuk undang-undang perlindungan konsumen, harus ada konsumen yang merasa dirugikan di situ,” katanya.

Dalam kasus ini, kata dia, belum ada konsumen yang melaporkan terkait pelanggaran undang-undang tersebut.

“Kasus ini sifatnya kami mendapatkan informasi ya, sehingga kami masih menggali beberapa saksi dari masyarakat yang mungkin telah membeli barang tersebut. Untuk informasi, si pemilik gudang ini membeli minyak goreng merk Sovia dengan harga Rp 12 ribu,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, minyak goreng tersebut dikemas ulang dan diganti dengan merk Wasilah 212 miliknya sendiri dan dijual seharga Rp 14 ribu perliter.

Dikatakannya, penggerebekan gudang minyak goreng bertuliskan Wasilah 212 berawal dari keluhan warga yang mengeluhkan minyak goreng tidak bersih.

“Padahal itu minyak goreng kemasan, tapi kayak minyak goreng curah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here