Polisi Dalami Kasus Minyak Goreng ‘Wasilah 212’, Diduga Sertifikat Halalnya Sudah Kadaluarsa

181
Inilah minyak goreng kemasan yang gudangnya sempat digerebek polisi

Sawangan | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Bojongsari dan Polres Metro Depok masih menyelidiki minyak goreng diduga tanpa label halal yang disita dari gudang di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Dimana, sebelumnya petugas melakukan penyegelan terhadap salah satu toko karena pengelola diduga berlaku curang mengganti kemasan minyak goreng dengan merek ‘Wasilah 212’.

Kapolsek Bojongsari, Kompol M Syahroni membenarkan penyegelan tersebut. Ia juga membenarkan pengelola mengganti kemasan dengan merek ‘Wasilah 212’.

“Benar, benar (Wasilah 212), sudah gitu sertifikat halalnya juga sudah mati enggak diperpanjang,” ujarnya, kemarin.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, peristiwa itu bermula dari laporan warga ke Polsek Bojongsari.

“Kemudian kami melakukan pengecekan yang diduga kemungkinan adanya penyelewengan terkait distribusi minyak goreng murah. Selanjutnya kami bergerak melakukan pengecekan TKP,” tandasnya.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga ada pelanggaran atas perlindungan konsumen maupun undang-undang perdagangan.

“Akan tetapi nanti masih kami dalami karena memang dari Disperindag tidak ada izin usaha dan label POM dari Dinkesnya. Nanti kami dalami dulu, semua kami periksa, manager operasional, pergudangan semua akan kami periksa,” katanya.

Dikatakannya, terduga pelaku awalnya membeli per liter minyak seharga Rp 12.300-an kemudian setelah dikemas dan dijual menjadi sekira Rp 14 ribu-an per lilter.

Yogen menjelaskan, dari penggeledahan tersebut didapati ada sekira 2.300 paket minyak goreng yang sudah siap didistribusikan ke sejumlah toko di wilayah Depok dan Bogor dengan label atau merek Minyak Goreng Kita berlambang angka 212, kemudian gambar monas dan angka 212.

Dia mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan membeli minyak murah dalam jumlah besar, selanjutnya dikemas dalam bentuk eceran dengan harga sekira Rp 14 ribuan/liter.

“Jadi dugaan sementara mereka membeli minyak goreng dengan merk tertentu dalam bentuk derigen ukuran 18 liter, kemudian dimasukan ke dalam tangki untuk selanjutnya disuplai ke dalam kemasan satu atau dua liter, namun menggunakan merk yang berbeda,” katanya.

Sekretaris Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Umar berdalih, pihaknya pun merasa kecolongan atas kejadian ini. Sebab pihaknya mengira selama ini tempat itu hanyalah gudang penyuplai sembako yang beroperasi sejak 2018 silam.

“Saya juga enggak tahu ada begini. Saya pikir tempat biasa, ya jujur merasa kecolongan juga. Saya pikir jual beli sembako,” jelasnya.

Sementara itu pengelola gudang minyak goreng saat dikonfirmasi oleh wartawan belum bisa memberikan keterangan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here