Pelanggaran Iklan Kosmetik Tinggi, BPOM Cari Duta Jamu dari Kalangan Pelajar

33
BPOM saat menggelar program ‘BPOM Goes to School and Campus

Beji | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi, menggelar program ‘BPOM Goes to School and Campus’.

Program itu untuk membentuk duta kosmetik dan jamu aman dari kalangan milenial yang berperan untuk mengedukasi masyarakat cara memilih dan menggunakan obat tradisional dan kosmetika yang aman.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, program tersebut adalah upaya BPOM menekan peredaran produk kosmetik dan jamu yang diproduksi tidak sesuai standar mutu.

“Terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetika,” ujarnya, Rabu (16/03) di kawasan Margonda, Beji.

Tingginya kebutuhan itu, kata dia, sering disalahgunakan oleh oknum dengan memproduksi dan mendistribusikan produk yang tidak memenuhi standar keamanan mutu dan manfaat.

“Hasil pengawasan BPOM pada 2021 menemukan peningkatan tren pelanggaran iklan kosmetika dan obat tradisional dibandingkan tahun 2020. Pelanggaran iklan kosmetika sebesar 27,85 persen atau meningkat 19,89 persen dibandingkan 2020,” paparnya.

Dikatakannya, iklan obat tradisional yang tidak memenuhi ketentuan sebesar 51,68 persen atau meningkat 41,08 persen dibandingkan 2020.

Penny mengatakan, para duta telah melakukan 116 kegiatan yang diikuti 11.060 peserta. Para duta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui berbagai platform digital khususnya media sosial.

“Duta jamu dan kosmetik, merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang berperan menjadi pemengaruh masyarakat dalam peningkatan pemahaman konsumen,” jelasnya.

Adapun tahun lalu, BPOM menggelar kegiatan ini melalui kegiatan pemilihan duta atau spokeperson yang berasal dari generasi milenial, antara lain pelajar menengah dan mahasiswa. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here