Innalillahi…Pengantin Baru Nekat Gantung Diri, Ternyata Ini Penyebabnya

294
ilustrasi

Cimanggis | jurnaldepok.id
TS, seorang laki-laki yang merupakan pengantin baru ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, akhir pekan kemarin.

Sendriansyah, yang merupakan kakak sepupu dari korban mengatakan, dirinya pada pukul 20.00 WIB melihat dari jendela kaca ada seprei tergantung ditempat kediaman korban. Lalu dirinya memanggil korban tetapi tidak mendapatkan jawaban.

“Saya dobrak pintu, setelah pintu terbuka saya melihat korban sudah dalam posisi gantung diri dengan mengunakan tali seprei. Lalu saya memanggil Pak RT untuk melaporkan kejadian tersebut dan dilanjutkan melapor ke Polsek Cimanggis untuk penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Ketua RT 05/06, Supardi mengatakan, diduga ada percekcokan masalah rumah tangga sehingga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Berdasarkan hasil Identifikasi Inafis Polres Metro Depok, tidak diketemukan hasil luka penganiayaan di tubuh korban dan penyebab meninggalnya korban diduga karena gantung diri.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim Joao Sadjab mengatakan, korban berinisial TS ditemukan pertama kali oleh kakak sepupunya, S ketika berkunjung ke rumah korban.

“Pada saat mau main ke rumah korban, ia melihat dari kaca jendela rumah ada seprai gantung, setelah masuk melihat korban sudah tergantung di atas plapon ruang tamu menggunakan seprei itu,” paparnya.

Dari hasil identifikasi tim Inafis Polres Metro Depok, Ibrahim mengungkapkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik sehingga dipastikan korban tewas akibat gantung diri.

“Korban murni tewas akibat gantung diri, tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada saat identifikasi oleh tim Inafis Polres yang melakukan pemeriksaan,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, AKP Hendra mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keluarga, korban baru saja menikah namun mempunyai masalah dengan keluarga.

“Dugaan sementara motif korban bunuh diri akibat ada cekcok dengan istri dan permasalahan keluarga,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, keinginan keluarga tidak menginginkan autopsi pada korban sehingga membuat surat pernyataan menolak untuk autopsi atau visum.

“Pihak keluarga sudah mengurus, jenasah akan langsung dimakamkam di TPU Depok. Dalam kejadian ini dua orang saksi sudah kami mintai keterangan saat di lokasi kejadian,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here