Alhamdulillah…Depok Balik ke Level 2 Lagi, Hajatan Boleh Tapi Prasmanan Dilarang

166
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id

Setelah berada di Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama satu bulan, kini Kota Depok kembali ke Level 2.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris kembali mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 443/150/Kpts/Satgas/Huk/2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Meski begitu, Wali Kota tetap melarang setiap bentuk aktivitas/kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

Hal itu untuk mengoptimalkan pelaksanaan PPKM Level 2 Corona Virus Disease 2019, memastikan penerapan protokol kesehatan, dan untuk membatasi mobilitas warga, dilaksanakan Gerakan Jaga Kampung Kita (JAGA KAKI) pada tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ), dengan mengerahkan sumber daya Satuan Tugas Kecamatan dan Tim Pengawas Kecamatan, Satuan Tugas Kelurahan, bersama TNI/POLRI, serta terpadu dengan Satuan Tugas KSTJ/RT/RW, melakukan upaya pencegahan dan penanganan langsung di wilayah Rukun Tetangga (RT). Wali Kota didukung penuh oleh TNI, Polri, dan Kejaksaaan dalam mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Terkait sistem pembelajaran Idris mengatakan, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/ MENKES/ 6678/ 2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID -19).

“Untuk pembelajaran TK/PAUD dapat dilaksanakan secara daring/online/PJJ. Jarak antar peserta didik 1,5 meter dan selama proses belajar mengajar dilarang membuka masker,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

“Kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dalam aplikasi Pedulilindungi yang boleh masuk, kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan. Anak usia dibawah 12 (dua belas) tahun wajib didampingi orang tua. Khusus anak usia 6 (enam) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun wajib menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama,” paparnya.

Kebijakan PPKM Level 2 juga masih mengatur terkait pernikahan/pemberkatan. Dimana, hal itu dapat diadakan dengan maksimal 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan, tidak mengadakan makan di tempat dan dengan protokol kesehatan yang ketat. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here