Diduga Kabel Terkelupas, Dua Orang Tewas Kesetrum di Kawasan Pancoran Mas

374
Petugas PLN saat menghentikan aliran listrik

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Dua orang tewas diduga kesetrum kabel listrik yang terkelupas di Jalan H Saiyan RT 05/19, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Diduga akibat ada kabel tegangan tinggi atas yang terkelupas menempel ke atap terbuat dari baja ringan, seorang balita dan orang yang hendak menolong malah tewas kesetrum karena tidak sengaja memegang besi yang telah dialiri listrik.

Menurut keterangan Babinsa Kelurahan Pancoranmas, Pelda Suwarno mengatakan, informasi yang diperoleh berdasarkan dari keterangan saksi-saksi. Dimana, sekitar pukul 13.00 WIB pihaknya mendapatkan laporan ada dua orang kesetrum.

“Pada saat ke TKP sudah ada dua korban tergeletak diduga kesetrum. Korban itu yaitu Harun Anwar (33) warga sekitar, dan seorang anak pedagang toko kelontong, Ridho alias Cio (2),” ujarmya, kemarin.

Pada saat kejadian, kata dia, korban laki-laki anak balita usia dua tahun sedang berdua di dalam toko dengan orang tuanya, Suwarno Rido. Namun tidak tahu kenapa, Suwarno menyebutkan si anak tersebut tiba-tiba terpental keluar toko usai memegang salah satu besi yang berada di dalam toko.

“Setelah itu korban kedua Harun mencoba berusaha menolong Cio dengan masuk dari samping lalu memegang pintu besi toko, lalu kesetrum hingga terpental dan kejang-kejang di lokasi kejadian,” paparnya.

Warga yang sedang berada di lokasi seketika langsung menolong kedua korban masing-masing dibawa ke rumah sakit.

“Untuk korban Ridho alias Cio dibawa orang tua nya ke RS Bhakti Yudha. Sedangkan Harun dibawa ke RS Citama Pabuaran, keduanya diduga telah meninggal dunia,” tuturnya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Iptu Abu dalam kejadian itu mengungkapkan, sudah memeriksa dua orang saksi yang dimintai keterangan.

“Atas kejadian tersebut dua orang merenggang nyawa, satu orang balita dan satu lagi orang yang mau menolong ikut tewas di tempat diduga karena kesetrum,” tandasnya.

Langkah selanjutnya, kata dia, pihaknya menghubungi PLN untuk memutus arus listrik yang diduga menempel di toko.

“Jenasah kini sudah diurus oleh masing-masing keluarga,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here