Jagoannya Selalu Kalah di Pilkada Depok, Politisi PDIP Akui Tak Mudah Lawan PKS

129
Politisi dan Anggota DPRD Prov Jabar Fraksi PDIP saat menggelar sosialisasi empat pilar di kantor PWI Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Waras Wasisto mengaku tidak mudah untuk menaklukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Depok.

Hal itu diungkapkan Waras saat menjawab pertanyaan wartawan terkait evaluasi kontestasi Pilkada Depok 2020. Pasalnya, sejak Pilkada Depok digelar pada 2004 silam, jagoan yang diusung PDI Perjuangan selalu kandas.

“Sebelumnya dalam konteks rekrutmen hingga pertarungan di hari H enggak ada yang salah. Namun di satu sisi kami harus mengakui bahwa PKS ‘incumbane’ sudah mengakar di Depok ini tiga periode, jadi tidak mudah,” ujar Waras usai menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Kantor PWI Depok, akhir pekan kemarin.

Ia menambahkan, dirinya juga telah melakukan analisa ketika pilkada terakhir kemarin yang digelar pada, 9 Desember 2020.

“H-3 kami dipanggil Hasto (Sekjen,red) ke DPP, kami ditanya menang atau kalah. Lalu kami bilang kalah. Beliau lalu bertanya apa argumentasinya bisa kalah, jawaban kami sederhana karena yang dilawan birokrat hingga level bawah, bukan mesinya PKS,” paparnya.

Bahkan, Waras saat itu menantang agar Hasto memberikan satu kelurahan sebagai pilot project dan akan dimenangkannya.

“Lalu kami buat yakni di Kelurahan Bedahan. Kami kumpulkan semua ketua RT/RW dan lainnya H-1 dengan logistiknya, dan kami buat kontrak politik. Hasilnya, di Bedahan menang, boleh dicek. Artinya melawan incumbane yang sudah panjang ini enggak mudah, karena mesinnya bukan mesin partai tapi mesin birokrat,” katanya.

Waras yang saat ini duduk di Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, pada saat Pilkada Depok kemarin mesin partainya sudah berjalan.

“Tapi enggak akan kuat melawan mesin birokrat. Kami merasakan betul karena kami orang lapangan. Ini bukan masalah figure yang diusung kemarin,” jelasnya.

Berkaca dari kekalahan setiap Pilkada Depok, maka dirinya kedepan akan mengusung kader internal PDI Perjuangan.

“Ketua cabang saat ini ada Hendrik, tapi katanya mau maju ke provinsi. Sekretaris ada Ikra, ya bisa saja diantara mereka. Kalau mau, saya sudah dari dulu maju,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here