Duit Hasil Ngerampok Toko Elektronik di Jalan Raya Sawangan Dibagi Rata & Buat Nyabu

251
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya membeluk lima kawanan perampok yang beraksi di toko elektronik dan menyekap satu keluarga.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heros mengatakan, para pelaku sudah diamankan di Polda Metro Jaya.

“Ya sudah ditangkap Polda,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan kepada wartawan mengatakan, para pelaku menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dari brankas dan barang berharga lainnya. Kelima pelaku dipimpin sang Kapten, JS, WJ, RS dan MS. Perampokan itu terjadi pada Selasa (1/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Para pelaku mengancam pemilik ruko dengan senjata tajam kemudian menggasak uang tunai ratusan juta rupiah dan barang berharga lainnya,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan modus berkeliling pakai mobil yang disewa. Jika mereka mengamati ruko yang dianggap bisa dijadikan sasaran langsung beraksi.

“Di TKP terjadi perampokan terhadap sebuah ruko yang menjual peralatan elektronik. Para tersangka mencari uang yang ada di brankas. Para karyawan diikat menggunakan kain sarung yang telah mereka robek menjadi tali,” ungkapnya.

Mereka, kata dia, naik ke lantai tiga dan mengancam pemilik ruko untuk menunjukkan brankas yang dimiliki.

“Dalam brankas mereka menguras Rp 140 juta dan mengambil handphone milik karyawan karena takut ada yang merekam. Setelah itu melarikan diri dengan kendaraan. Hasil rampokan Rp140 juta mereka bagi sesuai peran masing-masing, yakni sang kapten mendapatkan jatah Rp 38 juta, JS Rp 35 juta, MS Rp 27 juta, RS Rp 15 juta dan WJ Rp15 juta,” katanya.

Sisanya, sambungnya, Rp 10 juta digunakan untuk operasional di antaranya membeli pakaian, menyewa kendaraan dan membeli narkoba jenis sabu.

“Saat diamankan mereka positif sabu. Ditangkap di beberapa tempat di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” terangnya.

Dalam kejadian tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah uang sisa dari perampokan yang sudah digunakan tersangka. Kemudian ada beberapa barang bukti lain berupa linggis, pakaian, dan ponsel milik karyawan korban.

“Dua buah linggis, satu rencong, satu kunci tiga, satu jam tangan G-Shock, lima ponsel, kemudian satu unit mobil kendaraan roda empat yang digunakan. Rekaman CCTV, uang tunai sebesar Rp 40 juta, ini adalah sisa kejahatan,”katanya.

Para pelaku, lanjutnya, dijerat dengan Pasal 365 Ayat (2) ke-1 dengan pidana paling lama 12 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya satu keluarga di Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, dirampok dan disekap oleh kawanan perampok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here