Pemkot Bangun Kreatif Center Hingga Tiga Stadion untuk Para Pemuda Depok

167
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Untuk mencegah aksi tawuran di kalangan remaja, Pemerintah Kota Depok berencana akan membangun kreatif center dan membangun gelanggang olaharaga.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya menjadikan warganya lebih produktif.

“Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Depok, warga usia produktif di Kota Depok usia 15 hingga 64 tahun telah mengalami peningkatan. Pada Tahun 2015 sebanyak 71 persen, kemudian naik menjadi 72,33 persen di tahun 2021,” ujarnya, kemarin.

Peningkatan ini, kata dia, mengakibatkan beban ketergantungan menurun dari 29 persen menjadi 27,67 persen.

“Dengan komposisi penduduk usia produktif lebih tinggi dari non produktif, Kota Depok sudah masuk fase bonus demografi, bahkan sudah sejak tahun 2012 lalu,” katanya.

Guna meningkatkan pemberdayaan warga usia produktif sebagai bonus demografi Kota Depok, lanjut Idris, Pemkot Depok akan berkolaborasi dengan Pemprov Jabar merencanakan pembangun kreatif center untuk membina para pemuda.

“Kami telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat terkait pembangunan kreatif center di Kota Depok. Ini yang bisa dimanfaatkan anak muda dari sisi fasilitas,”paparnya.

Selain itu, lanjut Idris, Pemkot Depok akan menata ulang sejumlah lapangan sepakbola yang telah menjadi aset Pemkot Depok.

Terdapat tiga lapangan sepak bola yang akan ditata ulang, yaitu Lapangan PSP Sawangan, Lapangan Pusaka Bojongsari dan lapangan Pemuda Limo.

“Untuk Lapangan Pemuda Limo masih kami konfirmasi, apakah tahun ini baru pelaksanaan DED atau sudah pembangunan,” katanya.

Selain ketiga lapangan tersebut, Pemkot Depok juga mengusahakan dua lapangan lainnya yakni Lapangan Kukusan dan lapangan di Tapos.

“Lapangan Kukusan itu tidak jelas siapa pemiliknya. Saat kami klarifikasi ke BPN ternyata ini memang aset yang diserahkan oleh Kabupaten Bogor kepada kota dan akhirnya kami juga komunikasi dengan para ahli waris, jadi tahun depan juga bisa kami tata, seperti itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, dirinya belum mengetahui jumlah anggaran yang akan digulirkan untuk penataan ulang lapangan sepak bola.

Menurutnya, setiap lapangan sepak bola yang akan ditata ulang memiliki anggaran berbeda-beda.

“Anggarannya berbeda karena Lapangan PSP dengan Lapangan Pemuda memiliki luas lahan yang berbeda,” tuturnya.

Dikatakannya, penataan ulang lapangan sepak bola dapat dimanfaatkan pemuda sebagai fasilitas dari Pemkot Depok. Keberadaan lapangan sepak bola juga dapat menumbuhkan bibit pemuda berbakat pada bidang sepak bola untuk Kota Depok maupun nasional.

“Jadi kami berusaha memberikan pembinaan kepada pemuda dengan fasilitas yang dihadirkan Pemkot Depok sesuai janji kampanye Idris-Imam,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here