Omzetnya Meningkat, Pembudidaya Anggur di Kecamatan Limo Semakin Bergairah

109
Pembudidaya buah Anggur saat memanen buah di pekarangan rumah

Laporan: Asti Ediawan
Para pembudidaya tanaman buah Anggur diwilayah Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, kini semakin bergairah seiring meningkatnya omzet penjualan bibit tanaman Anggur yang bisa mencapai Rp 15 juta dalam sebulan.

Tarmiji, salah satu pembudidaya bibit tanaman buah anggur mengatakan, dalam sebulan dirinya mampu menjual bibit tanaman buah anggur sebanyak 120 pohon dengan harga mulai dari Rp 125 ribu hingga Rp 2,5 juta per pohon.

“Awalnya saya cuma hobi dan iseng iseng melakukan penanaman bibit anggur tapi setelah banyak pesanan, sekarang saya akan lebih fokus mengembangkan usaha pembibitan tanaman buah anggur untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Tarmiji kepada Jurnal Depok.

Dia menambahkan, untuk memenuhi permintaan konsumen, kini dirinya melakukan pembibitan sejumlah jenis tanaman anggur diantaranya jenis Trans F 1, jenis Yufiter, Ninel, Dixon, jenis Akademik, jenis Atos serta sejumlah jenis tanaman anggur lainnya.

Dikatakan Tarmiji, meski hanya melakukan kegiatan budidaya dengan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah, namun dirinya sudah mampu memenuhi permintaan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah sekarang serba mudah banyak pesanan via online dan barang saya kirim melalui paket pengiriman sedangkan pembayaran dilakukan melalui transfer,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk mengembangkan usaha pembibitan tanaman buah Anggur, dirinya bersama anggota kelompok tani (Poktan) “Pengangguran” kini tengah berupaya mencari lahan yang mumpuni untuk dijadikan pusat pengembangan pembibitan tanaman buah Anggur.

Eksistensi para komunitas pembudidaya tanaman buah Anggur yang tergabung di kelompok tani “Pengangguran” disambut baik Lurah Limo, Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir.

Dikatakan AA, usaha budidaya tanaman buah Anggur dapat dijadikan salah satu solusi dalam menyiasati kondisi ekonomi yang saat ini sedang melemah akibat terdampak wabah Corona.

“Saya sangat apresied terhadap upaya para penggiat budidaya bibit tanaman anggur yang tergabung di kelompok tani (Poktan) ‘Pengangguran’ karena hasil budidaya bibit tanaman anggur yang dikembangkan para pembudidaya bisa dijadikan solusi mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat ditengah pandemi,” pungkas AA. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here