Depok ‘Diguyur’ 10.000 Liter Minyak Goreng, Setiap Kecamatan Dijatah 1.000 Liter

812
Wakil Wali Kota Depok didampingi Bulog dan Kadisdagin saat menyerahkan secara simbolis minyak goreng kepada warga

Tapos | jurnaldepok.id
Badan Urusan Logistik bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok mendistribusikan sedikitnya 10.000 liter minyak goreng.

Kepala Cabang Bulog Sub Drive Cianjur, Renato Horison kepada wartawan pada kegiatan operasi pasar minyak goreng di Kantor Kecamatan Tapos mengatakan, pihaknya mendistribusikan sekitar 10.000 liter minyak goreng dengan harga terjangkau.

“Untuk wilayah Kota Depok kami siapkan sekitar 10.000 liter minyak goreng, dengan harga sekitar Rp 14.000 per liternya,” ujarnya, Selasa (02/03).

Dia mengatakan, pihaknya bersama Disperindag Kota Depok menggelar operasi pasar murah minyak goreng di sejumlah wilayah dalam pekan ini sebagai upaya mengantisipasi kelangkaan minyak tersebut.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menambahkan, bahwa operasi pasar murah ini akan dilaksanakan di 11 Kecamatan di Kota Depok.

“Untuk hari ini kami gelar operasi pasar di wilayah Tapos dan akan di wilayah lainnya di Kota Depok,” tandasnya.

Dia menambahkan, kegiatan operasi pasar murah ini bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng.

“Kami berupaya untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat yang memburu minyak goreng, dengan target pedagang, supaya harga eceran minyak goreng merata di pasaran,” katanya.

Pemerintah Kota Depok bekerjasama dengan Bulog akan menyediakan minyak goreng curah serta kemasan dalam operasi pasar murah sesuai Harga Eceren Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah pusat.

Imam juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan adanya kegiatan penimbunan minyak goreng.

“Laporkan kepada saya jika ada yang menimbun minyak goreng dengan data yang lengkap,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi Hasan menambahkan, Kota Depok mendapat alokasi minyak goreng kemasan premium dari Bulog Sub Divre Cianjur sebanyak 10.000 liter.

“Seluruhnya akan dijual kepada konsumen sektor rumah tangga, bukan pedagang eceran. Setiap warga membeli dua liter minyak goreng sesuai HET yakni Rp 14 ribu/liter,” jelasnya.

Kegiatan ini, kata dia, bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata dan mendistribusikan langsung minyak ke konsumen. Dikatakannya, masing-masing kecamatan menerima sekitar 1.000 liter minyak goreng.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga melaksanakan operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Cisalak.

“Kementerian Perdagangan memberikan 12.000 liter minyak goreng curah untuk pedagang eceran seharga Rp 10.500/liter. Kemudian, dapat dijual kembali oleh para pedagang dengan harga sesuai ketentuan HET minyak goreng curah yakni Rp 11.500/liter,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here