Ayah Pemerkosa Anak Diringkus, Menteri PPPA Sempat Kesal dengan Pelaku

286
Menteri PPPA saat berbincang dengan pelaku

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mendatangi Polres Metro Depok di Jalan Margonda.

Kedatangannya ke Polres Metro Depok bertujuan untuk memastikan korban mendapatkan keadilan dan tersangka mendapatkan hukuman yang setimpal.

I Gusti Ayu sempat memarahi tersangka, A karena memberikan jawaban yang plin plan.

“Lebih baik bapak jujur, kalau beda-beda lebih berat hukumannya. Harusnya bapak sudahlah jawab apa adanya jangan persulit lagi,” ujarnya, Selasa (01/03).

Dia berharap pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Saya juga ingin menyampaikan terimakasih pada Polres Depok karena sudah bertindak cepat dan memberikan penanganan sesuasi prosedur yang berlaku,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Depok untuk memberikan pendampingan kepada korban.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya untuk Pak Wali beserta jajaran DP3AP2KB, telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada korban dan keluarga melalui pendampingan dari UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA),” ungkapnya.

Sementara itu, aparat Kepolisian Polres Metro Depok akhirnya menangkap seorang pria yang merupakan ayah kandung yang telah memperkosa anaknya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan mengatakan, Selasa (01/03) pelaku sebelum ditangkap sempat kabur ke kawasan Leuwiliang, Kabupatem Bogor. Tersangka telah melakukan aksi keji ini kepada anak sulungnya sejak tahun 2021 sebanyak empat kali.

“Kami meneriman laporan dari seorang ibu tentang anaknya yang diduga dicabuli disetubuhi oleh ayah kandungnya sendiri, kemudian kami lakukan penyelidikan. Pada Senin kemarin kami melakukan penangkapan terhadap tersangka yang dimana tersangka sudah mengakui perbuatannya, yang dilakukan dari 2021 lalu sampai ketahunnya di Februari 2022,” ujarnya, kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, kata dia, tersangka selalu menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban agar menuruti kemauannya.

Dia menambahkan, tersangka melakukan aksinya terhadap anaknya karena merasa nafsu setelah melihat korban buang air kecil.

“Dengan melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri yang juga menggunakan modus senjata tajam dan juga golok. Tersangka mengaku sudah empat kali, sedangkan dari korban sendiri mengaku ada 20 kali lebih. Nanti bisa kami kembangkan lagi terkait masalah berapa kali yang dilakukan, saksi-saksi akan kami tambahkan termasuk juga melakukan konseling terhadap korban. Korban sekarang mengalami trauma psikis,”katanya.

Dikatakannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 Undang-undang 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Selain itu, karena tersangka merupakan ayah kandung korban, hukumam yang diberikan juga bisa bertambah sepertiga dari hukuman.

“Dijerat dengan pasl 81, UU 17, 2016 tentang perlindungan anak dijerat maksimal 15 tahun, namun karena ada ayat khusus kalau tersangka merupakan wali atau orang tua, nanti akan ditambahkan sepertiga dari hukuman maksimal,” tegasnya.

Sementara itu ibu kandung korban, DH mengatakan, awal terungkapnya perbuatan bejat terduga pelaku terjadi beberapa hari lalu.

Saat itu DH mendapati suaminya tengah menggerayangi anak kandungnya sendiri yang berusia 11 tahun.

“Saya lihat pakai mata kepala saya sendiri tanggal 24 Februari lagi megang alat kelamin anak saya, itu saya lagi menginap di rumah ibu saya,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Depok pun bergerak cepat membantu korban dan keluarga.

Wali Kota Depok, Mohmmad Idris memberikan instruksi langsung kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Nessy Annisa Handari.

“Pak Wali sudah menginstruksikan kepada kami agar kami mendampingi korban, keluarga atau istri korban, baik pendampingan hukum maupun pendampingan psikologis serta menyerahkan kasus hukumnya kepada pihak yang berwajib,” ujar Nessy kepada Jurnal Depok, Senin (28/02).

Nessy menambahkan, sebelumnya pihaknya menerima dua laporan dari warga terkait adanya kasus kekerasan seksual pada anak dan sudah dilaporkan pula ke Polres Metro Depok serta visum fisik.

“Pihak korban menyampaikan, Senin (28/02) pukul 08.00 diminta untuk datang kembali guna menjalankan visum lanjutan terkait psikologis korban. Kemudian pihak UPTD PPA langsung merespon dan menyampaikan siap mendampingi dan mengantarkan korban untuk visum lanjutan. Pihak UPTD PPA meminta pihak korban untuk share foto LP, KTP, KK dan Akta Kelahiran korban untuk pendataan,” paparnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here