Alhamdulillah…Kasus Covid-19 Melemah, Wali Kota Depok Batal Fungsikan Wisma Makara UI

99
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat berbincang dengan Satgas Covid-19, Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris batal mengoperasikan Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) sebagai lokasi isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala Covid-19.

Alasannya, karena sampai dengan hari ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak merespon permintaan Pemkot Depok.

“Wisma makara tidak (jadi,red) karena kami waktu itu mengandalkan bantuan dari provinsi kerjasamalah kolaborasi dengan BNPB, (sekarang) BNPB belum memberikan sinyal,” ujarnya.

Idris pun mengatakan bakal mengandalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok wilayah timur yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Kami buka, tapi namanya jadi bukan RSUD, namanya Puskesmas plus,” kata Idris.

Idris berharap, tempat itu tidak digunakan, mengingat saat ini kasus konfirmasi harian Covid-19 di Kota Depok telah mengalami penurunan.

“Iya, mudah-mudahan tidak terisi ya, maksudnya sudah selesai Covid-19 gitu,” paparnya.

Idris mengatakan, saat ini penambahan kasus konfirmasi di Kota Depok mulai menunjukkan penurunan.

Hal itu terlihat dari tren pada awal lonjakan kasus bisa mencapai 2.800-an setiap harinya, kini rata-rata lonjakan hanya 1.000an kasus per hari.

“Ya saat ini memang terjadi penurunan kasus per harinya walaupun masih tinggi ya, sebelumnya sempat 2.830 sampai 1 hari, sekarang turun dibawah 1.000,” katanya.

Selain itu, kata dia, tingkat kesembuhan juga sudah mulai banyak penambahan, berbeda dengan saat awal-awal lonjakan kasus.

“Karena kesembuhan ini beda dengan yang dulu ya, dulu tuh rawat rumah sakit hampir negatif dilaporkan sembuh. Kalau sekarang enggak,” jelasnya.

Pada gelombang ketiga kali ini, Idris mengatakan, ancaman virus memang tidak setinggi pada gelombang kedua.

“Jadi kemarin aja yang sembuh agak tinggi hampir 70, yang sebelumnya itu 3, 2, bahkan 0 gitu,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here