Ratusan Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Covid-19, Kini Ruang Isolasi menipis

32
Tenaga kesehatan saat melakukan rapid tes

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 150 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Depok terkonfirmasi Covid-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, sampai dengan hari ini, kurang lebih 150 tenaga kesehatan terinfeksi virus corona. Namun, jumlah itu masih dalam tahap identifikasi.

“Kami masih identifikasi. Sudah lebih 150-an,” ujar Dadang kepada wartawan dalam siaran tertulisnya, Sabtu (19/2).

Dadang menyebut, kasus Covid-19 di Kota Depok masih terus merangkak naik. Data terakhir yang dihimpun olehnya, kasus aktif saat ini sudah diangka 33.357 kasus, dengan rata-rata peningkatan kasus harian diatas 1.000 kasus.

“Positivity rate 35 persen dan untuk BOR hari ini kami sedang menambah ketersediaan, terutama untuk tempat isolasi,” katanya.

Dadang mengatakan, salah satu upayanya adalah terus menambah ketersedian tempat tidur khusus Covid-19 di rumah sakit maupun di tempat isolasi.

“Saat ini dari 888 bed yang tersedia di rumah sakit, itu terisi 466 dengan BOR untuk isolasi 52,48 persen. Untuk ICU nya BOR-nya 58,21 persen,” jelasnya.

Dadang mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah kekurangan tempat isolasi terpusat. Karena sampai dengan hari ini, Pemkot Depok hanya menyediakan satu tempat isolasi terpusat yakni di Guest House Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia dengan kapasitas hanya 56 bed.

“Untuk makara UI kami masih menunggu dari provinsi. Kami sudah usulkan untuk penambahan isoter di Makara UI ke Pak Gubernur,” tukasnya.

Terkait penyediaan isolasi terpusat di masing-masing kecamatan pun dikatakannya terkendala, karena tiap-tiap wilayah masih mengejar target vaksinasi kepada warganya.

“Camat sedang memfokuskan untuk vaksinasi, tracing dan testing. Jadi kami isolasi terpusat tetap di PSJ dan Makara. Di berbasis masyarakat belum. Ada satu di wilayah Tapos mungkin sedang dijajaki tapi belum terealisasi,” katanya.

Sementara itu, pihaknya mengajukan enam unit mobil ambulance di Kota Depok dimaksudkan untuk proses evakuasi pasien dan membantu layanan operasional ambulans di puskesmas-puskesmas 24 jam.

Dadang menambahkan, pengajuan enam unit mobil ambulans juga dimaksudkan untuk meningkatkan persediaan mobil ambulans di Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here