Puluhan Jenis Tanaman Hias Senilai Ratusan Juta Rupiah Digondol Maling

124
Pemilik tanaman hias saat memposting tanamannya yang hilang di medsos

Beji | jurnaldepok.id
Petani tanaman hias di kios Tanam Sajalah di Jalan Haji Mustafa IV, No 27, RT 006/RW 04, Kukusan, Beji, Depok, mengalami kerugian mencapai ratusan juta paska sekitar 34 tanamannya dicuri maling. Pencuri yang berjumlah sekitar tiga pelaku itu aksinya diunggah di media sosial.

Vani Rastya Andita, pengelola toko tanaman ‘Tanam Sajalah’ mengatakan nilai ke 34 tanaman hias itu ditaksir mencapai Rp 300 juta. Menurut Vani, aksi pencurian itu terbilang cukup cepat.

“Berdasar rekaman CCTV yang ada yakni hanya sekitar 20 menit. Adapun 34 tanaman hias yang dicuri diletakkan di dalam green house yang terletak di belakang rumah utama,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya, para pelaku yang berjumlah tiga orang masuk ke dalam green house melalui celah bagian atas.

“Pelaku loncat dan masuk dari bagian sela-sela green house bagian atas, dua orang masuk ke dalam dan satu orang berjaga di luar sembari menenteng celurit,” jelas Vani.

Dia menambahkan, dirinya baru menyadari adanya aksi pencurian yang menimpa dirinya pada Kamis pagi.

Dikatakannya, ada sekitar 34 tanaman yang dicuri dari beragam jenis seperti Monstera Mint, Monstera Varigeata, Monstera Morata, Florida Beauty, Violin Variegata, Monstera Soni Variegata, Anthurium Pterodactyl Variegata dan Adenium Yellow.

“Kurang lebih rata-rata Rp 2 juta per daun hingga Rp 50 juta,”katanya.

Dirinya memulai bisnis tanaman hias sejak tahun 2020. Dari usahanya itu, Vani bisa meraup Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per bulan.

“Yang paling mahal itu Monstera Mint, per daunnya paling murah sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta,” jelasnya.

Dirinya sudah melaporkan aksi pencurian yang menimpanya ke Polsek Beji dan petugas sudah datang untuk melakukan cek sidik jari.

Selain menghubungi kepolisian, Vani juga mengadukan hal tersebut kepada komunitas penjual tanaman hias. Dengan harapan pelaku bisa diketahui karena menjual tanaman hias dengan harga miring.

“Setelah itu saya disuruh buat BAP dan setelahnya belum ada kabar lagi. Semoga tanaman saya kembali dan pelakunya juga ketemu,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here