Harga Kedelai meroket, Pengrajin Tahu Tempe Bakal Mogok Selama Tiga Hari

109
Salah seorang pengrajin tahu-tempe yang terpaksa menghentikan produksinya beberapa waktu lalu karena harga kedelai mahal

Margonda | jurnaldepok.id
Para pengrajin tempe dan tahu di Kota Depok belum mengambil sikap terkait rencana aksi mogok berjualan selama dua hari. Rencananya mereka akan melalukan aksi mogok berjualan pada Tanggal 21 sampai 23 Februari seperti yang akan dilakukan oleh pengrajin tempe tahu di Jakarta.

Salah satu pemilik pabrik tahu di Depok, Imron, mengatakan, dirinya baru mau membahas hal ini dengan pengusaha lain di paguyuban.

“Denger-denger mau mogok produksi, tapi kami musti kumpul-kumpul dulu dengan paguyuban. Bagaimana keputusannya, itu yang kami ambil,” ujarnya, kemarin.

Dia menyebut, kenaikan harga kedelai dimulai sekitar dua bulan lalu.

“Sekarang ini aja sudah Rp 11.500 per kilo. Sebelumnya Rp 9.800 sampai 9.900,” paparnya.

Imron biasa memproduksi 400 kwuintal tahu per hari. Sejak harga naik, dia belum pernah mengurangi jumlah produksinya. Untuk menyiasati lonjakan harga, sementara ini ia hanya memperkecil ukuran tahu jualannya.

“Pengurangan enggak, stabil. Cuma itu, harganya selalu lonjak terus. Makanya bingung ini gimana,” tukas Imron.

Imron mengaku pernah mogok produksi pada dua tahun lalu, bersama pengusaha tahu-tempe lain se-Jabodetabek. Namun sayang, aksinya sia-sia.

“Hasilnya harga kacang tetep naik. Harga tahu naik juga. Belum ada perubahan signifikan,” ungkapnya.

Dia hanya bisa berharap agar pemerintah turun tangan, menurunkan harga kedelai.

“Gimana lah solusinya yang terbaik buat pedagang-pedagang kecil. Kalau bisa musti subsidi lah,” katanya.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo), Aip Syarifudin mengumumkan akan melakukan aksi mogok produksi pada tanggal 21 Februari hingga 23 Februari 2022 dampak dari harga kedelai yang naik dari Rp 9 ribu menjadi Rp11 ribu per kilogram.

“Aksi mogok produksi dan berjualan yang akan diikuti sekitar 4.500 produsen tempe dan tahu tersebut guna memprotes harga kedelai yang mahal, dimana saat ini Rp 11.300 per kilogram,” ungkapnya.

Selain itu, mogok produksi kali ini juga sebagai pernyataan produsen tempe dan tahu di Jakarta akan menaikkan harga jual selepas tanggal 23 Februari 2022 untuk menutup ongkos produksi.

Ia memperkirakan nantinya dengan kenaikan dari harga jual, maka harga tempe akan naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 6 ribu per papan. Sementara tahu dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here