Lakukan Penganiayaan, Warga Beji Tolak Ondel Ondel Masuk Pemukiman Warga

371
Petugas Satpol PP saat mendatangi rumah pemilik ondel ondel

Beji | jurnaldepok.id
Warga di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, bakal melarang pengamen ondel ondel masuk ke pemukiman warga.

“Paska kejadian pemukulan warga kami, kami usulkan agar pengamen ondel ondel dilarang keras masuk ke pemukiman warga. Terkait larangan ini, warga sudah mengusulkan ke pihak kelurahan dan pengurus LPM,” ujar seorang warga, Latif, kemarin.

Dia mengatakan, pemukulan yang dilakukan pengamen tersebut merupakan suatu tindakan yang tak terpuji dimana korbannya masih anak-anak.

Sementara itu Wakil Wali Kota Depok Periode 2016-2021, Pradi Supriatna menambahkan, sebagai salah satu kesenian dan budaya Betawi, ondel ondel dijadikan untuk ngamen di jalan tidak seharusnya terjadi.

“Apalagi sampai melakukan penganiayaan kepada anak dan terluka, sudah tidak dibenarkan. Sudah tidak pada marwahnya ondel ondel sebagai salah satu peninggalan budaya Betawi dijadikan ngamen di jalan. Sebagai simbol budaya dan hal kebudayaan semestinya harus ditempatkan ke tempat yang seharusnya,” paparnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Pradi mengungkapkan secara tidak langsung ondel ondel dijadikan alat komersil tidak pada tempatnya dan mempunyai dampak negatif.

“Dapat menjadi eksploitasi khususnya pada anak-anak, sangat tidak setuju, karena pertama ondel ondel sudah menjadi simbol bagi budaya Betawi,”katanya.

Aksi penganiayaan yang terjadi dan bersamaan di sekitar lokasi tempat tinggal, Pradi meminta tidak ada lagi ondel ondel keliling untuk masuk ke lingkungan.

“Korban yang dianiaya lagi main dengan teman sebaya di pos keamanan, karena alasan sepele pelaku menganggap merasa ditertawakan padahal korban bercanda dengan teman-temannya, pelaku langsung aniaya korban dengan cara ditonjok dan ditendang,” jelasnya.

Pradi berharap Pemerintah Kota Depok mengadakan ruang publik ideal bagi anak-anak di tiap kelurahan yang dapat dijadikan sebagai ruang publik.

“Sesuai Peraturan Walikota (Perwal) tanggal 21 Agustus 2019, dalam rangka Depok Layak Anak salah satu ondel ondel yang dimainkan anak-anak harus dikasih rumah tinggal khusus bagi ondel ondel. Ondel ondel di jalan tidak setuju sehingga dari kejadian itu sudah tidak ada lagi di jalan-jalan, selain membuat jadi sempit juga menjadi modus untuk ajang eksploitasi anak,” jelasnya.

Terpisah, orang tua korban, Susanto mengatakan sekarang ini anaknya sudah mulai kembali lakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Anak saya, yang menjadi korban tersebut kondisinya sudah normal kembali. Meski masih ada beberapa luka memar di badan namun sudah membaik,” ungkapnya.

Menurut Susanto, kasus penganiayaan yang terjadi terhadap anaknya tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Polres Metro Depok.

“Kasusnya sudah selesai dan kami sudah tidak mempermasalahkan lagi antara pelaku dengan anak kami sebagai korban,”katanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, pihak keluarga korban telah mencabut laporan kasus penganiayaan yang terjadi kepada anaknya.

“Laporannya pada saat kejadian itu juga sudah langsung dicabut. Damai,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pada saat kejadian diketahui yang melakukan penganiayaan terhadap korban dibawa umur tersebut dilakukan oleh pengamen ondel ondel keliling.

“Pelaku satu orang dan sempat kami amankan saat itu juga setelah kejadian. Namun karena pihak keluarga melakukan pencabutan laporan akhirnya damai,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here